Kista
Murnihaty Hutagalung, 51 Thn – Kalimantan Timur

Sejak tahun 1998 saya merasakan ada gangguan di bagian kepala. Perlahan gangguan tersebut mulai menimbulkan rasa sakit. Namun saya tidak berani bercerita kepada siapapun karena takut dibawa ke rumah sakit. Rasa sakit ini makin tak tertahankan, terasa sampai ke ubun-ubun, disertai pusing dan ketika tidur tidak bisa menghadap ke kanan. Derita ini berlanjut sampai akhir tahun 2004. Kondisi ini mengundang tanya suami saya hingga akhirnya saya ceritakan semuanya.
Saat ke Bandung pada bulan Mei 2005 saya sempatkan konsul dengan seorang dokter yang masih kerabat keluarga. Ketika itu dibagian belakang kepada agak kekanan mulai muncul benjolan. Saya tidak diberikan obat apa-apa hanya disarankan untuk dioperasi. Karena saya takut dioperasi, praktis sampai tahun 2006 saya tidak menjalani pengobatan apapun baik medis maupun alternatif. Hasilnya benjolan itu bertambah besar.
Pada bulan Juni 2006 saya disarankan oleh saudara saya untuk menggunakan produk PT KK Indonesia. Saya mulai dengan program detok selama 6 minggu mengkonsumsi OGF 1 sendok takar per hari. Setelah itu dilanjutkan dengan SGF 3×5 tab per hari dan Niwana SOD 3×1 sachet per hari. Setelah 10 hari dilanjutkan dengan 3×2 sachet per hari. Lima hari kemudian, pada bagian kepala yang bengkak keluar benda padat seukuran kecambah dan menimbulkan luka terbuka/berlubang. Satu minggu kemudian keluar cairan dari luka terbuka tersebut dan minggu selanjutnya keluar potongan-potongan lemak dan dua hari kemudian keluar lagi benda padat sebesar buah lengkeng (seperti terlihat di foto)
Padatan yang keluar dari bagian yang sakit tersebut kemudian saya bawa ke dokter dan dikonfirmasikan bahwa benda tersebut adalah KISTA. Praktis setelah kejadian tersebut tidak muncul lagi sakit di kepala, dan perlahan luka menutup dan sembuh. Saya sangat senang, hanya dengan bantuan produk OGF, SGF dan Niwana SOD derita sakit saya hilang.

Kista Sebesar Buah Lengkeng
 

Maag Akut dan Hyperplasia Glandularis Cystica Endometri
(Penebalan Dinding Rahim)

Ester Sihombing, 44 Thn, Padang – Sumatera Barat

Awalnya saya tidak tahu jika rahim saya bermasalah, karena selama ini yang saya rasakan adalah penyakit maag akut dan sering kambuh. Yang saya tahu saya mengalami gangguan menstruasi sering tidak normal, terkadang terjadi pendarahan yang hebat selama 15 hari. Dari vagina juga keluar lendir yang baunya sangat tidak sedap dan disekitar lipatan paha terjadi pembengkakan. Akhirnya pada tanggal 15 Februari 2002, saya putuskan untuk periksa kedokter dan ternyata saya menderita Hyperplasia Glandularis Cystica Endometri (penebalan dinding rahim). Saya dianjurkan untuk segera melakukan operasi pengangkatan rahim. Saya keberatan dan bersikeras menjalani terapi obat saja. Sejak itulah kesehatan saya mulai menurun, diperparah beban pikiran akibat vonis tersebut. Maag saya jadi semakin kronis dan mengharuskan saya untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit pada tahun 2004.

Terdorong keinginan untuk sembuh, atas saran teman yang dapat saya percaya, saya coba mengkonsumsi Niwana SOD dengan dosis 3×2 sachet/hari selama 15 hari pertama, 2×2 selama 15 hari berikutnya dan seterusnya 3×1. Ditambah Supergreen Food 2×5 tablet/hari. Setelah ± 4 bulan saya mengalami seperti halnya menstruasi tetapi yang membuat saya heran adalah keluarnya gumpalan darah dalam bentuk seperti potongan-potongan tahu. Ini berlangsung selama 3 hari dan hari berikutnya normal kembali. Luar biasa, sejak saat itu menstruasi kembali normal dan tidak lagi keputihan. Hebatnya lagi maag saya yang sudah akut dan sering kambuh hingga menimbulkan rasa panas sampai ke ulu hati, sekarang tidak lagi saya rasakan.

Saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada Niwana SOD dan Supergreen Food yang telah membantu saya sembuh dari penyakit.

 

Leukemia
Rahmat Hidayat, 18 tahun, Padang – Sumatra Barat

Kejadian sakit yang begitu dahsyat berawal dari bulan Juni 2006. Saya mengalami beberapa gejala seperti sering lemas, pucat, kelelahan dan pusing-pusing. Semula tidak terlalu mencurigakan orang tua saya, namun selang 2 bulan kemudian gejala meningkat diiringi demam yang hebat sekali. Saya dibawa ke rumah sakit Yos Sudarso Padang. Dari hasil lab diketahui Hb 8 g/dL (normal 13 – 18 g/dL), Leukosit 2.900/µL (normal 5.000 – 10.000/µL) dan Trombosit 82.000 / µL (normal 150.000 – 440.000/µL). Diperkuat hitung jenis leukosit akhirnya saya dinyatakan Leukemia. Tak ada pilihan lain, terapi medis harus segera dijalani.

Sejak bulan Agustus sampai September 2006 saya menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit di Padang, termasuk kemoterapi dosis tinggi untuk mengatasi perkembangan sel kanker yang progresif/ganas. Hasilnya saya sempat koma, stamina drop, badan panas dan rambut rontok. Dalam keadaan kritis saya dilarikan ke rumah sakit pusat kanker nasional Dharmais di Jakarta. Perawatan dengan berbagai obat dan kemoterapi berhasil membantu saya bertahan walaupun berdampak badan jadi kurus kering hingga berat badan tinggal 36 kg dan rambut tambah rontok.

Sampai pertengahan Desember 2006, terapi di Dharmais belum memberikan kesembuhan. Leukosit malah naik diatas normal (12.4 000/µL), trombosit turun 78.000/µL. Tetapi Hb membaik (12.3 g/dl). Namun saya diperbolehkan pulang ke Padang untuk istirahat beberapa hari. Saat pulang tersebut keadaan saya masih lemas, efek dari kemoterapi masih ada, badan pun tetap kurus. Tanggal 23 Desember 2006 saya mulai mengkonsumsi Niwana SOD dengan dosis 3×3 sachet dan SGF sebanyak 3×5 tab selama 10 hari. Selanjutnya dosis SOD 3×2 sachet/hari dan 2×5 tablet SGF. Hasilnya menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa. Hanya dalam waktu 2 minggu seluruh parameter lab membaik bahkan normal. Perlahan dampak negatif kemoterapi pulih, berat badan berangsur naik.

Atas saran dokter orangtua saya tidak berani menghentikan kemoterapi. Namun yang membahagiakan saya adalah efek kemoterapi dan pengobatan hampir tidak berpengaruh kecuali badan yang terasa panas sekitar 2 hari setelah kemo. Badan saya juga menjadi lebih sehat, tak ada rambut rontok. Dengan tinggi badan 155 cm, kini berat badan saya sudah 55 kg. Karena kondisi saya jauh lebih baik ketimbang pasien-pasien lain yang berobat ke RS Dharmais, menyebabkan banyak yang bertanya tentang terapi tambahan yang saya jalani. Yaa .. Niwana SOD dan SGF lah jawabannya.


Rahmat Ketika Sakit

Psoriasis
Dadan Sunandar, 22 tahun, Sumedang

Sekitar bulan Mei 2004 saya menderita penyakit kulit Psoriasis. Dalam waktu sekitar tiga bulan sejak munculnya gejala, psoriasis tersebut sudah hampir meliputi sekujur tubuh saya termasuk di bagian kepala. Saya berobat ke dokter sebanyak 2 kali menurut dokter penyakit saya disebabkan oleh jamur. Saya diberi obat tapi tidak sembuh, bahkan semakin parah, kulit merah, mengering dan kemudian terkelupas seperti sisik dan kadang terasa perih. Kepala pusing dan ketombe yang semakin menghebat. Saya juga mencoba memeriksakan ke dokter lain dan disimpulkan bahwa saya menderita Psoriasis.

Tiga bulan kemudian saya mencoba mengkonsumsi Niwana SOD, dengan dosis 3 x 2 sachet per hari. Setelah mengkonsumsi selama 2 minggu, mulai kelihatan ada perbaikan. Setelah mengkonsumsi selama 3 minggu lebih dengan dosis 3 x 2 sachet per hari, psoriasis saya berangsur sembuh. Kulit yang semula merah disekujur tubuh menghilang dan terjadi pergantian kulit baru. Kini saya sudah sembuh, kulit saya menjadi mulus kembali seperti dulu. Saya sangat berterima kasih pada Niwana SOD.

1 Juli 2004 (sebelum)
1 Juli 2004 (sebelum)
29 Juli 2004
9 Juni 2005

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s