Detokshop

solusi hidup sehat , cantik dan bahagia

Archive for the ‘diet sehat’ Category

Ingin LANGSING sekaligus DETOKS ? Kenapa Tidak?

without comments

=============================================================

Tips Kesehatan

Ingin LANGSING sekaligus DETOKS ? Kenapa Tidak?

Kelebihan berat badan/kegemukan menjadi momok bagi semua orang, apalagi dengan semakin banyaknya riset medis yang menyatakan gemuk pemicu berbagai penyakit degeneratif mematikan. Tak heran bila banyak yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan ataupun mempertahankan bobot tubuh yang ideal, sekalipun dengan cara yang amat tidak nyaman. Kalaupun ada yang berhasil umumnya hanya bersifat sementara, setelah putus dengan program atau obat yang digunakan berat badan melambung kembali bahkan melebihi berat badan awal sebelum menjalani program atau yang lebih dikenal dengan syndrome YoYo.

IDEALKAH BERAT BADAN ANDA?

Acuan kategori berat badan yang paling mudah dan representatif digunakan adalah metode Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) . IMT didapatkan dengan cara membagi Berat Badan (dalam kg) dengan Tinggi Badan (dalam meter) yang dikuadratkan.

IMT = BB (kg)
TB2 (m)
  • Sangat Kurus :
  • Kurus (underweight) : 15.1 – 18,5
  • Normal : 18.6 – 25
  • Ideal Wanita : 19 – 21
  • Ideal Pria : 21 – 23
  • Kelebihan BB (overweight) : 25.1 – 30
  • Obesitas : 30.1 – 40
  • Sangat Obes : > 40

Contoh : BB real = 75g

  • TB = 160cm = 1,60m
  • IMT = 75 : 1,60 = 29,3
  • Kategori = Obesitas
  • BB ideal :
  • = (20 x 1,62) s/d (23×1,62)
  • = ± 55 kg
  • Jadi Kelebihan BB = ± 20 kg

APAKAH ANDA MENGALAMI SALAH SATU PERMASALAHAN DI ATAS?

Jangan kuatir, karena OGF memberikan solusi bagi anda yang ingin mendapatkan berat badan ideal, tanpa harus menyiksa diri dengan berbagai aturan makan. Plus pada saat yang sama sekaligus anda menjalani program detoksifikasi (pembuangan racun) dari dalam tubuh.

MEKANISME OGF MENURUNKAN BB

  1. Menghambat penyerapan lemak dan kolesterol di usus
  2. Memberi rasa kenyang dalam waktu yang lebih lama karena tinggi akan serat
  3. OGF juga menyumbang seluruh vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh sehingga proses pembakaran simpanan lemak tubuh sebagai pengganti kekurangan energi berjalan efektif, akibatnya kebutuhan energi tubuh tetap terpenuhi sehingga badan tidak terasa lemas. Sedang proses metabolisme tubuh yang lain tetap berjalan normal karena dengan OGF tubuh tidak kekurangan protein, vitamin dan mineral.
  4. Kandungan Fitokimia yang berasal dari berbagai herbal, sayur dan buah yang terdapat dalam OGF berfungsi untuk mencegah kerusakan sel akibat toksin dan radikal bebas yang terbentuk karena proses oksidasi dan metabolisme yang berlebihan selama program penurunan berat badan.

Cara Konsumsi :

Campurkan 1 sendok takar OGF dalam 250-300 ml air putih biasa (suhu ruang). Kocok menggunakan shaker (gelas pengaduk) dan minum segera. Jadikan OGF ini sebagai pengganti makan malam anda. Akhiri dengan 1-1½ gelas air putih biasa. Bila anda tidak bisa menghentikan makan malam, kurangi makan malam anda ½ porsinya dan OGF di minum 2 jam setelah makan malam.

OGF DAN DETOKS

OGF sesungguhnya diformulasi untuk membersihkan toksin dari dalam tubuh (proses detoksifikasi atau detoks). OGF memberikan manfaat detoks yang optimal dan detoks sesungguhnya karena OGF memenuhi syarat-syarat program/produk detoks yang baik yaitu :

  1. Terbuat dari bahan-bahan organik (tidak mengandung pestisida, herbisida, insektisida, rekayasa genetik, residu kimia industri,dll)
  2. Mengandung protein dan semua vitamin dan mineral esensial untuk meremajakan sel-sel sehingga proses detoks dapat berlangsung diseluruh sel tubuh. Produk yang hanya berfungsi untuk pencucian usus atau colon cleansing saja tidak akan optimal. Hasilnya hanya sementara bahkan cenderung merusak sistem pencernaan. Perlu diingat Colon Cleansing / Cuci Usus hanya sebahagian kecil dari proses Detox, karena detox melibatkan seluruh sel tubuh. (colon cleansing tidak sama dengan detox)
  3. Aman bagi saluran pencernaan dan tidak mengikis selaput lendir (mukosa) saluran cerna
  4. Tidak menguras nutrisi sehingga tidak membuat lemas, bahkan menyumbang protein, vitamin dan mineral esensial yang lengkap
  5. Tidak mengganggu keseimbangan flora/bakteri normal dalam usus, bahkan menyeimbangkan biota normal usus
  6. Mengandung herbal untuk memperkuat dan melindungi hati dan ginjal karena selama proses detoks hati dan ginjal adalah organ yang paling berat kerjanya.

Bila BB anda tergolong Obesitas atau sangat obes (IMT • 28) maka dianjurkan minum ½-1 sendok takar 2-3 jam setelah makan siang dan 1-1½ sendok takar pengganti makan malam.

Bila buang air besar anda lebih dari 2x perhari setelah minum OGF berarti dosisnya kelebihan. Kurangi sedikit dosisnya.

POLLING
Topik yang menarik menurut Anda
Kroton
Sansivieria
Walet
Aquarama
Echinacea
Arwana

Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 1266

Iklan Baris
Iklan Terbaru

. RajaAlga Penyembuh Diabetes
. Cryptomonadales si RajaAlga
. Reza Herbal- PUSAT KELADI TIKU…
. PUSAT BIJI ZODIA,BIJI EUPHORBI…
. EUPHORBIA PUTIH,MERAH,KUNING
. TERLARIS ANTHURIUM
. * Minahong dan Sirih HerbaL *
. * Minahong, Daun Cincauan and …
. HP BUTUT ANDA BISA BERNIAI 8,…
. ADA INGIN JADI ADMIN HYIP?
.
. Bibit Rambutan Ratujaya s…
. Informasi Usaha Budidaya …
. INFORMASI BUDIDAYA BELUT
. Jeruk Bali
Respon Terbaru
. Re: INFORMASI BUDIDAYABEL…
. Re: Jeruk Bali
. Re: Lobster Air Tawar
. Re: INFORMASI BUDIDAYABEL…
. Re: Lobster Air Tawar
Info Singkat / Newsletter
Info Singkat

AGROTOUR
Agrotour

PELATIHAN
Pelatihan Trubus

Info Iklan
Info Iklan

TRUBUS NEW SITE
Info Kit Trubus
Lelang Online
Iklan Baris
Statistik

Tracked by Histats.com

Kala Radikal Bebas Gempur Tubuh

without comments

======================================================================

Kala Radikal Bebas Gempur Tubuh
Oleh trubus lihat berita aslinya disini
Selasa, 10 Juli 2007 10:35:45 Klik: 157 Kirim-kirim Print version

Di usianya yang ke-79, kini Surita Sutiaty benar-benar menikmati hari tua. Hari-harinya ia habiskan dengan berkumpul bersama anak dan cucu di Jakarta. Delapan belas tahun silam, jangankan bepergian ke ibukota yang terletak ribuan kilometer dari kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara. Setiap hari ia hanya merebahkan diri di pembaringan.



Derita itu Surita alami sejak divonis diabetes mellitus oleh dokter salah satu rumahsakit di Medan. Hasil diagnosis menunjukkan, kadar gula darah melambung hingga 500 mg/dl, normal 70-110 mg/dl. Tingginya kadar gula darah menyebabkan Surita pingsan. Oleh sebab itu, dokter menyarankan agar ia dirawat inap.

Dua pekan lamanya Surita dirawat di rumahsakit. Selama perawatan, ibu 3 anak itu memperoleh pengawasan ketat. Ia mesti menjalani diet untuk mengontrol kadar gula darah. Setiap menjelang tidur, perawat menyuntikkan 12 unit insulin ke bagian kanan pinggang Surita. Tujuannya untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Sayangnya faedah insulin hanya bertahan 24 jam. Artinya, agar kadar gula darah tetap terkontrol, Surita mesti disuntik ulang setiap hari. Sejak itulah Surita menggantungkan hidup pada seujung jarum.

Tergantung insulin

Lebih dari satu setengah dekade Surita menjalani hidup dengan diabetes mellitus. Selama itu pula insulin menjadi bagian hidupnya. Ia hanya bisa pasrah. ‘Saya sadar keadaan saya tidak dapat disembuhkan. Tetapi saya berharap kondisi kesehatan saya tidak memburuk,’ ujarnya. Oleh sebab itu, ia rutin memeriksa darah setiap pekan untuk mengontrol kadar gula.

Harapan kesembuhan datang ketika salah seorang rekan menjumpai Surita pada pertengahan 2005. Ia menawarkan suplemen yang mengandung enzim mirip superoksid dismutase (SOD), salah satu enzim antioksidan yang berperan menangkal radikal bebas dalam tubuh. Suplemen itu dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 2 sachet isi 3 g.

Dua bulan berselang, kondisi tubuh Surita mulai membaik. Kadar gula darah mulai menurun pada kisaran 148-154 mg/dl. Ia pun mengurangi dosis insulin yang semula 12 unit per hari menjadi 10 unit. Bulan berikutnya berkurang menjadi 8 unit per hari. Setelah 5 bulan mengkonsumsi, Surita hanya menggunakan 6 unit setiap harinya.

Lantaran merasa kondisi tubuhnya kian membaik, Surita mengurangi konsumsi SOD like processed dietary food-sebutan suplemen itu-menjadi 3 kali sehari masing-masing 1 sachet per hari. Sejak 6 bulan silam, Surita berhenti menyuntik insulin karena kadar gula darah stabil di angka 150 mg/dl.

Kanker

Faedah SOD tak hanya dirasakan Surita. Nun di Yogyakarta, dr Andu Sufyan merasakan khasiat antioksidan itu. Tumor berdiameter 1 cm di lengan kirinya hilang setelah 5 pekan mengkonsumsi SOD.

Tumor di lengan kiri dr Andu mulanya berupa bintil hitam berdiameter sekitar 3 mm. Ia menduga bintil itu hanyalah tahi lalat. Namun, 2 bulan berselang, bintil membesar hingga berdiameter 1 cm dan berair. Sebagai dokter ia tahu betul pembesaran bintil itu gejala melanoma malignant atau kanker kulit.

Salah satu cara untuk mengobatinya yaitu dengan radiasi. Lantaran khawatir berefek buruk, dr Andu enggan memilih cara pengobatan itu. ‘Radiasi dapat berefek lemas, pusing, dan mual,’ ujarnya. Namun, bila dibiarkan, ia cemas kanker itu bermetastesis atau menyebar dan menyerang organ tubuh lain.

Di tengah kecemasannya Andu teringat seseorang yang memperkenalkan SOD. Beruntung Andu menyimpan nomor telepon kenalannya itu. Meski sempat ragu, ia akhirnya memesan SOD. Suplemen kesehatan itu dikonsumsi 2 kali sehari: pagi ketika bangun tidur dan malam sebelum tidur. Dosis masing-masing 1 sachet isi 3 g.

Baru sepekan mengkonsumsi, bintil yang semula berair mengering dan mengelupas. Empat pekan kemudian bintil itu benar-benar hilang tanpa bekas. Namun, ia tetap mengkonsumsi SOD minimal 1 sachet per hari untuk mencegah sel kanker kembali menyerang.

Keampuhan SOD mengatasi kanker juga dirasakan Rahmat Hidayat di Padang, Sumatera Barat. Pada September 2006, pria 18 tahun itu divonis mengidap kanker sel darah putih alias leukemia. Sel kanker itu terus-menerus menggerogoti tubuhnya hingga menyebabkan koma. Rahmat pun diboyong ke RS Dharmais, Jakarta Barat. Hasil pemeriksaan menunjukkan, kadar leukosit mencapai 12.400/µl, normal 5.000-10.000/µl. Dokter menyarankan agar Rahmat menjalani kemoterapi.

Namun, kemoterapi justru membuat kondisi tubuh Rahmat makin memburuk. Bobot tubuh yang semula mencapai 60 kg, anjlok menjadi 36 kg. ‘Rambut saya juga rontok,’ katanya. Pada saat itulah salah seorang anggota keluarga menawarkan suplemen SOD.

SOD dikonsumsi berdampingan dengan kemoterapi berdosis 3 kali sehari masing-masing 1 sachet. Suplemen dikonsumsi sejam setelah mengkonsumsi obat-obatan terapi agar efek masing-masing tidak saling menetralkan. Dua pekan mengkonsumsi, kondisi tubuh Rahmat mulai membaik. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan, kadar leukosit kembali normal, 7.300/µl. Bahkan, tiga bulan berselang, efek buruk kemoterapi benar-benar sirna. Tubuh yang semula hanya tulang berbalut kulit itu mulai pulih. Dengan tinggi tubuh 155 cm, kini bobotnya mencapai 55 kg. ‘Rambut saya juga tidak rontok lagi,’ ujarnya.

Radikal bebas

Diabetes dan kanker salah satu dari sekian banyak penyakit akibat gempuran radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul oksigen yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaktif. Menurut Yukie Niwa MD PhD, ahli immunologi di Jepang, dalam bukunya Free Radicals Invite Death, sifat radikal bebas yang mudah bereaksi sebetulnya diperlukan tubuh untuk mengikat benda asing seperti bakteri, lalu menghancurkannya.

Kadar radikal bebas dalam tubuh terus meningkat seiring bertambahnya jumlah radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Polusi udara dan rokok salah satu sumber utama zat berbahaya itu. Ketika jumlahnya melebihi kebutuhan tubuh, radikal bebas tak hanya menyerang bakteri dan benda asing lainnya, tetapi juga merusak sel-sel tubuh. Salah satunya sel pankreas sehingga menyebabkan produksi insulin terhambat. Akibatnya, kadar gula darah melambung. Radikal bebas juga menyebabkan kelainan pada sel-sel tubuh sehingga sel berkembang tak terkendali dan muncullah tumor dan kanker.

Tatkala radikal bebas merajalela di dalam tubuh, sejumlah enzim seperti superoksid dismutase (SOD), katalase, dan glutathione peroxidase (GSH-Px), bahu-membahu menghalau perusak sel tubuh. Sayang, jumlah ketiga enzim itu terus berkurang seiring bertambahnya usia. Sedangkan radikal bebas terus-menerus menumpuk di dalam tubuh. Saat itulah tubuh memerlukan antioksidan. Antioksidan menyumbang elektron agar berpasangan dengan radikal bebas sehingga tak lagi mengancam sel-sel jaringan tubuh.

Menurut Niwa, tak semua antioksidan dapat diserap tubuh. Salah satunya jenis-jenis antioksidan yang berbobot molekul rendah seperti vitamin A dan E. Meski keduanya mudah dicerna, reseptor sel pada jaringan tubuh adakalanya tak mengenali antioksidan itu.

Pasalnya, kedua vitamin itu tidak diselimuti lemak sehingga tidak dapat menembus membran lemak pada dinding sel. Akibatnya, jumlah antioksidan yang diserap sangat minim, 20-30% dari total konsumsi. Apalagi bila antioksidan masih terikat dengan senyawa kompleks dalam buah atau sayuran segar. Tubuh mesti bekerja keras memilah-milah hingga akhirnya antioksidan terurai lalu dicerna.

Induksi insulin

Dr Ir M. Ahkam Subroto, MAppSc, peneliti utama Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI, menuturkan, konsumsi vitamin A dan E akan lebih efektif bila dikonsumsi bersama lemak. ‘Oleh sebab itu, konsumsi lemak sebetulnya diperlukan tubuh. Asalkan tidak terlalu berlebihan. Maksimal 2% per hari,’ ujarnya.

Permasalahan itulah yang mendorong Niwa untuk meneliti teknologi yang dapat menghasilkan senyawa serupa antioksidan seperti superoksid dismutase (SOD). Setelah melewati penelitian panjang selama lebih dari 15 tahun, mimpi Niwa akhirnya terwujud. Ia berhasil menemukan ramuan berbahan alami yang aktivitas senyawanya mirip SOD dalam tubuh. Senyawa itu diperoleh dari bahan alami seperti kedelai, wijen, gandum, kulit beras, teh hijau, jeruk yuzu, dan jamur koji.

Seluruh bahan dipanaskan dengan sinar infra merah untuk memutus rantai antioksidan yang berikatan dengan elemen lain. Bahan-bahan itu kemudian difermentasi dengan jamur koji Aspergillus oryzae untuk mengaktifkan komponen antioksidan. Tahapan terakhir, antioksidan dilapisi minyak wijen. Tujuannya untuk merekayasa molekul antioksidan agar mirip dengan lemak pada membran sel sehingga mudah diserap sel.

Lalu, bagaimana cara kerja SOD mengatasi kanker dan diabetes? Menurut Ahkam, sifat antioksidan seperti SOD tidak langsung mematikan sel kanker. SOD berfaedah memperbaiki metabolisme tubuh sehingga menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi pertumbuhan sel kanker. Akibatnya, pertumbuhan sel kanker terhenti dan akhirnya mati.

Bagi penderita diabetes, SOD berperan menginduksi insulin sehingga produksinya lebih banyak. SOD juga berfaedah mendongkrak aktivitas insulin menangkap gula sehingga tidak menumpuk di dalam darah. Oleh sebab itulah Surita tetap menjalankan pola hidup sehat agar gula darah tak lagi melambung. (Imam Wiguna/Peliput: Kiki Rizkika)



Statistik

Tracked by Histats.com



Klik: 1058 Kirim-kirim Print version

Artikel & Tips Kesehatan

without comments

ENGAPA PERLU DETOKS?

Dikutip dari tulisan Ibu Andang Gunawan, ADN, ND (Majalah NIRMALA Mei
2004)

Anda punya masalah sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit,
kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit,
sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor,
penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung
koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta
penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh? Tahukah Anda bahwa
akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas
tubuh Anda? [baca selengkapnya]

Kala Radikal Bebas Gempur Tubuh
Oleh trubus lihat berita aslinya disini
Selasa, 10 Juli 2007 10:35:45 Klik: 157 Kirim-kirim Print version

Di usianya yang ke-79, kini Surita Sutiaty benar-benar menikmati hari tua. Hari-harinya ia habiskan dengan berkumpul bersama anak dan cucu di Jakarta. Delapan belas tahun silam, jangankan bepergian ke ibukota yang terletak ribuan kilometer dari kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara. Setiap hari ia hanya merebahkan diri di pembaringan….[baca selengkapnya]

Ragam Harapan Pendamba Kesehatan
Oleh trubus
Kamis, 15 Februari 2007 16:38:50 Klik: 1058 Kirim-kirim Print version

Hasratnya hidup abadi. Untuk mewujudkan impian itu Kaisar Shih Huang Ti (259-210 SM), pendiri tembok besar cina, berburu ling zhi di hutan-hutan. Jamur ajaib itu memang melegenda karena digunakan untuk pengobatan sejak zaman kaisar Shen Nung (2737 SM). Legenda itu terbukti abadi. Hingga kini khasiat ling zhi tetap diburu. Namun, tak perlu mencari ke hutan-hutan, cukup di toko-toko obat.

Suplemen tak hanya berperan menyembuhkan penyakit. Beberapa suplemen berfaedah sebagai sumber nutrisi lengkap. Salah satunya adalah OGF (Organic Green Food). Suplemen yang diramu Prof Dr Robert I Lin PhD, CNS, FICN, pakar fitofarmaka University of California, Los Angeles, Amerika Serikat, itu terbuat dari ekstrak puluhan jenis sayuran dan buah-buahan seperti brokoli, bayam, wortel, jeruk, nanas, stroberi, dan apel.

Suplemen itu juga dilengkapi aneka herbal seperti barley grass. Rerumputan hijau itu kaya antioksidan dan klorofil yang dapat membantu pembentukan sel darah merah. Herbal lain: spirulina, ling zhi, echinacea, chlorella, dan teh. Faedah OGF itu ibarat pepatah, sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Sekali saja mengkonsumsi, nutrisi terpenuhi dan penyakit pun pergi. [baca selengkapnya]

Ingin LANGSING sekaligus DETOKS ? Kenapa Tidak?

Kelebihan berat badan/kegemukan menjadi momok bagi semua orang, apalagi dengan semakin banyaknya riset medis yang menyatakan gemuk pemicu berbagai penyakit degeneratif mematikan. Tak heran bila banyak yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan ataupun mempertahankan bobot tubuh yang ideal, sekalipun dengan cara yang amat tidak nyaman. Kalaupun ada yang berhasil umumnya hanya bersifat sementara, setelah putus dengan program atau obat yang digunakan berat badan melambung kembali bahkan melebihi berat badan awal sebelum menjalani program atau yang lebih dikenal dengan syndrome YoYo… [ baca selengkapnya]



Tips Kesehatan

SERAT yang SALAH KAPRAH

Mungkin hampir 100% orang tahu bahwa makanan berserat itu sangat baik dan dianjurkan, sebagai dampak positif gembar gembor iklan minuman/makanan berserat. Tapi iseng coba tanyakan kepada beberapa orang, apakah daging ayam atau daging sapi mengandung serat? Dari 10 orang yang anda tanya sangat mungkin 6-8 orang akan meng-IYA-kan. Padahal serat yang dimaksud bukan seperti yang kasat mata terlihat. Ingat, serat hanya ada dalam pangan nabati, tidak satupun pangan hewani yang mengandung serat.[baca selengkapnya]

Bahan Tambahan Makanan (BTM)

Antara Kepuasan dan Kesehatan

Tahu kah anda!
Salah satu pemicu penyebab Kanker,
Jantung, Strok dan penyakit abad modern ini, adalah BTM
Tahu kah anda!
Hampir Semua Makanan/Minuman
Hasil Olahan Pabrik Mengandung BTM.

Diperkirakan organ pencernaan manusia semasa hidupnya mengolah makanan sebanyak 100 ton (100.000kg). Jumlah tersebut tidak semuanya merupakan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh akan tetapi juga ikut serta zat-zat berbahaya terutama Food Additive atau Bahan Tambahan Makanan (BTM). [baca selengkapnya]





Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara

Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara

Jakarta – Penggunaan bahan kimia berlebihan terbukti mempertinggi risiko terkena kanker payudara. Tidak main-main, bahan kimia ini justru biasa kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Sebut saja bahan pembersih, tekstil dan plastik yang justru memicu pertumbuhan kanker payudara, demikian berdasarkan studi ilmuwan asal Texas dan California Selatan baru-baru ini… [baca selengkapnya]


Hati-hati Lahap Obat Pengurang Sakit

.Secara detail, studi itu menyebut, perempuan usia 51-77 tahun yang menggunakan ibuprofen 400 mg perhari memiliki risiko 80 persen menderita hipertensi dibanding yang tidak mengonsumsi obat ini. Sedangkan perempuan dalam usia lebih muda [baca selengkapnya]

Minggu, 27 Juni 1999

Rahasia Umur Panjang Orang Jepang

HINGGA kini para pakar masih saja penasaran dengan rahasia umur panjang orang Jepang.

Rata-rata pria Jepang dapat mencapai umur 76,35 tahun dan wanitanya 82,84 tahun. Bandingkan dengan orang Swiss yang rata-rata pria 74,10 tahun dan wanita 80,90 tahun. Sedangkan orang Amerika hanya 72,30 tahun pada pria dan wanita 79,10 tahun…[baca selangkapnya]


Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang





Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput.[baca selengkapnya]

===================================================================

Antioksidan, Radikal Bebas, dan Penuaan

Menjadi tua adalah takdir, hukum alam yang tak dapat ditepis. Ketika kehidupan itu dimulai meski ia baru berupa noktah sel embrio, proses penuaan pun serta-merta berlangsung. Namun, kini para ahli dengan segala kecanggihan penemuannya berteori, proses takdir itu dapat diperlambat. Tersebutlah sebuah zat bernama antioksidan. Lalu, seberapa jauh sebenarnya peran si antioksidan itu?[baca selengkapnya]