Detokshop

solusi hidup sehat , cantik dan bahagia

Archive for the ‘artikel kesehatan’ Category

Jangan Asal Memilih Suplemen

without comments

Jangan Asal Memilih Suplemen

Suplemen kesehatan bukan obat, juga bukan pengganti makanan alami. Tapi jika digunakan secara tepat, suplemen dapat membantu menangkis penyakit, meningkatkan energi, dan bahkan menghambat penuaan.

Perlu tidaknya suplemen kesehatan (dietary supplement) memang masih diperdebatkan oleh dokter, ahli gizi, dan banyak orang. Ada kelompok yang berpendapat bahwa apabila pola makan sudah baik, orang tidak perlu lagi mengkonsumsi vitamin, mineral, atau perlindungan ekstra kesehatan lainnya. Kelompok ini yakin bahwa menerapkan pola makan Empat Sehat saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi setiap orang.

Memang multivitamin dan berbagai suplemen kesehatan lainnya tidak dapat mengganti pola makan buruk alias tak sehat. Namanya juga suplemen, sehingga fungsinya adalah menambah kekurangan zat gizi, bukan menggantikan peran zat gizi asli pada makanan.

Meskipun demikian, banyak penelitian membuktikan bahwa jika digunakan secara tepat, suplementasi vitamin, mineral, dan substansi spesifik lain dapat membantu mencegah, memperlambat, atau bahkan membalikkan kondisi penyakit-penyakit serius seperti kanker, jantung, dan diabetes. Menurunkan berat badan pun bisa lebih optimal hasilnya dengan bantuan suplemen.

Mengapa tak cukup dari makanan?

Ada berbagai macam sebab mengapa kita memerlukan suplemen. Tidak semua orang mempunyai pola makan yang baik. Orang yang tidak suka buah dan sayuran misalnya, bisa mengalami defisiensi vitamin C dan zat besi. Kita juga bisa makan sepanjang hari namun tetap kekurangan gizi, hanya karena salah pilih makanan.

Kondisi pencernaan setiap orang juga sangat menentukan, apakah penyerapan zat gizi terlaksana secara efisien atau tidak. Stres, sakit keras atau lama, pasca operasi besar, diet ketat, kecanduan rokok, obat, atau minuman keras juga dapat menurunkan kualitas penyerapan gizi. Kebutuhan gizi juga bisa meningkat pada kondisi spesifik seperti kehamilan dan menyusui, menopause, atau sedang mengalami gangguan metabolisme.

Rata-rata orang sekarang juga tidak mendapatkan zat gizi minimum yang dianjurkan dari bahan makanan yang mereka makan sehari-hari. Bahan pangan yang kita makan seringkali dipanen sebelum waktunya sehingga belum maksimal kualitas kandungan gizinya. Selain itu, banyak makanan mengandung zat-zat toksik dari bahan tambahan makanan buatan, pestisida, obat anti jamur, dan pupuk kimia. Zat-zat ini pun dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral tertentu.

Contohnya adalah residu hidrazin yang ditinggalkan oleh obat anti-jamur yang disemprotkan ke tanaman. Komponen hidrazin diketahui dapat meningkatkan kebutuhan tubuh kita akan vitamin B6. Ini baru satu toksin dari satu jenis zat kimia. Padahal dalam satu jenis makanan bisa terdapat lebih dari satu bahkan puluhan jenis zat kimia.

Selain itu, perlu dipertimbangkan kenyataan bahwa sebagian besar nutrisi juga bisa hilang dalam proses pengolahan dan pengemasan makanan, termasuk 80% kandungan vitaminnya. Tepatnya, sekitar 40% vitamin A, 100% vitamin C, 80% vitamin B, dan 55% vitamin E akan hilang dari makanan alami ketika dimasak atau dibekukan. Bayangkan, berapa besar kebutuhan zat gizi yang harus dikejar oleh tubuh jika asupan gizi dari makanan sehari-hari saja tidak cukup.

Namun mengasup zat gizi juga perlu mempertimbangkan kebutuhan gizi setiap orang yang berbeda sesuai kondisi masing-masing. Zat gizi yang dibutuhkan oleh satu orang, mungkin bisa menjadi ‘racun’ bagi orang lain jika kebanyakan, sehingga dibutuhkan penyesuaian secara individual. Karena itu, sebelum memulai program suplemeni apa pun, diskusikan dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan yang mampu menganalisa kebutuhan gizi Anda.

Berikut adalah suplementasi khusus untuk sejumlah masalah kesehatan yang sering ditanyakan orang.

Mencegah Kanker

Gaya hidup menjadi pencetus sekitar 70 persen kasus kanker. Meski tidak dapat 100 persen dihindari, penelitian telah membuktikan bahwa risiko kanker dapat diperkecil dengan mengkonsumsi suplemen.

Banyak faktor dapat meningkatkan risiko kanker, namun tidak semua orang dengan faktor risiko tersebut pasti terkena kanker. Penyumbang terbesar pada perkembangan kanker adalah berkurangnya kemampuan sistem imun untuk mendeteksi dan menghancurkan radikal bebas – molekul oksigen tak stabil yang dapat menimbulkan kerusakan sel.

Suplemen yang dianjurkan
• Antioksidan seperti vitamin C dan E, betakaroten serta mineral selenium merupakan pertahanan pertama terhadap kanker.
• Sejumlah ahli kesehatan juga merekomendasikan suplemen coenzyme Q10. Normalnya zat ini ada dalam sel kita dan berfungsi menjaga sistem imun.
• Yang juga tidak bisa diabaikan adalah mineral seng atau zinc. Data Institut Linus Pauling (salah satu lembaga yang melakukan penelitian pengobatan ortomolekular) di Amerika Serikat, memastikan, defisiensi seng ada hubungannya dengan kanker prostat, sementara para peneliti dari The National Cancer Institute menemukan bahwa defisiensi seng meningkatkan risiko kanker esofagus.

Dosis yang disarankan

Vitamin A

50.000 IU sehari untuk 1 bulan lalu, turunkan jadi 25.000 IU sehari

Vitamin C

2.000 mg, 3 kali/hari (turunkan dosis jika BAB agak lembek atau encer)

Vitamin E

400 IU, sekali sehari

Karotenoid

3 tablet, sehari bersama makanan

Selenium

200 mg sehari

Zinc

15-30 mg sehari (yang mengandung 2 mg copper)

Coenzyme Q10

200 mg tiap pagi bersama makanan

Formula ini disarankan bagi mereka dengan riwayat keluarga kanker atau faktor resiko signifikan lainnya


Catatan:
Betakaroten dan Kerotenoid
Beta-karoten adalah antioksidan yang termasuk keluarga besar karotenoid. Karotenoid inilah yang memberi warna kuning, jingga, dan merah pada sayuran dan buah-buahan seperti wortel, tomat, bit. Selain beta-karoten ada alfa-karoten, betacryptoxanthin, lutein, zeaxanthin, dan likopen. Di antara sekian banyak karoten, beta-karotenlah yang paling sering disebut-sebut sebagai penghambat kanker.

Tapi sebetulnya banyak ahli kesehatan belum yakin benar karoten mana yang memiliki khasiat perlindungan terhadap kanker. Karena itu, khusus untuk pencegahan kanker, disarankan suplemen yang mengandung campuran beberapa karotenoid.

Bisa menggunakan Antioksidan Analog seaktif antioksidan alami yaitu SOD tambahan dengan SGF
Memacu Energi

Penyebab spesifik kelelahan kronis belum diketahui, namun para ahli menduga kerusakan pada respons sistem imun berperan pada tahap awal penyakit. Menurut dokter Elson Haas dari The Preventive Medical Center di San Rafael, California, dan penulis buku Staying Healthy with Nutrition, faktor-faktor seperti anemia, gangguan tiroid, kekurangan mineral, virus, parasit, atau jamur yang tidak terdeteksi patut dicurigai sebagai gejala awal kelelahan kronis.

Suplemen yang dianjurkan
• Karena tanda-tanda penyakit ini mengarah pada sistem imun yang terganggu, mulailah dengan suplemen vitamin C dan karotenoid.
• Vitamin B kompleks dapat membantu mengatasi kelelahan kronis akibat stres, karena memperbaiki fungsi saraf.
• Disarankan tambahan ginseng siberia dan vitamin B5 bila kelelahan kronis disebabkan oleh kerja kelenjar adrenal yang kurang baik. (Kelenjar adrenal memproduksi hormon kortisol yang dapat mengatasi stres dan memacu energi).

Dosis yang disarankan

Vitamin C

2.000 mg, 2-3 kali/hari (turunkan dosis jika BAB agak lembek atau encer)

Karotenoid

1 tablet, 2 kali/hari bersama makanan

Vitamin B kompleks

50 mg, 2-3 kali/hari

Vitamin B5

1.000 mg bersama makanan (jika ada gangguan adrenal)

Ginseng Siberia

200, 1-3 kali/hari (terstandarisasi mengandung sedikitnya 0,8% eleuterosida)

Beri waktu satu bulan untuk merasakan hasilnya

Bisa menggunakan suplemen Vplus bagi pria dan Femelik bagi Wanita
Menunda Penunaan

Tak ada bagian tubuh yang tidak terpengaruh oleh proses penuaan. Bukan hanya rambut yang memutih dan kulit yang mengeriput, tapi sendi dan otot juga berkurang kelenturannya, tulang menjadi rapuh, daya ingat melemah, penglihatan memudar, dan imunitas menurun. Walau pun sebagian proses tersebut normal dan tidak dapat dihindari, banyak peneliti percaya bahwa proses penuaan dini ini dipercepat oleh radikal bebas.

Sebagian kerusakan memang tidak dapat dicegah karena proses metabolisme normal juga menghasilkan radikal bebas. Tapi kita dapat memperlambat prosesnya dengan menghindari faktor-faktor luar yang memicu lebih banyak pembentukan radikal bebas, seperti asap rokok, polusi, alkohol berlebihan, atau radiasi. Pada dasarnya, apa saja yang sifatnya memperkuat sistem imun dapat membantu tubuh awet muda.

Suplemen yang dianjurkan
• Cukupi tubuh dengan vitamin C dan E, serta betakaroten untuk menambah kekuatan melawan radikal bebas.
• Tambahkan 500 mg bioflanonoid/hari untuk membantu penyerapan vitamin C dan menguatkan pembuluh darah.

Dosis yang disarankan

Vitamin C

1,000 mg 2 kali/hari, turunkan dosis jika BAB agak lembek atau encer

Flavonoid

500 mg 2 kali/hari

Vitamin E*

400 IU sehari

Beta-karoten

25,000 IU sehari (dalam campuran karotenoid)

*Konsultasikan dengan dokter jika sedang mengkonsumsi obat pengencer darah


Menjaga Kesehatan Jantung

Penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis merupakan risiko terbesar pada penyakit jantung. Penyebab aterosklerosis adalah kadar kolesterol jahat atau LDL yang berlebihan dan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak yang akan menyumbat pembuluh darah.

Hipertensi, merokok, gaya hidup kurang gerak, obesitas, dan stres juga mempercepat pembentukan plak, sekaligus mengurangi kelenturan pembuluh arteri.

Suplemen yang dianjurkan
• Suplemen yang paling berperan mengurangi risiko penyakit jantung adalah tiga sekawan antioksidan – vitamin E, C, dan karoten.
• Fungsi vitamin E adalah mencegah oksidasi kolesterol jahat atau LDL yang mengundang pembentukan plak. Penelitian oleh Harvard University, membuktikan bahwa mengkonsumsi sedikitnya 100 IU vitamin E sehari dalam waktu sedikitnya 2 tahun mengurangi risiko penyakit jantung sekitar 40 persen.
• Vitamin C membantu mendaur ulang vitamin E dan menjaga kelenturan pembuluh darah.
• Alfa-karoten dan likopen diyakini berperan menghambat pembentukan LDL.
• Vitamin B juga penting bagi kesehatan jantung, khususnya asam folat, B6 dan B12. Vitamin-vitamin ini berperan mengendalikan homosistein, produk sampingan asam amino yang ada hubungannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
• Suplementasi magnesium dianjurkan oleh dokter Haas, karena mineral ini membantu menjaga kestabilan ritme jantung.
• Asam lemak omega-3 mengurangi risiko penyakit jantung dalam berbagai cara, antara lain mencegah penggumpalan darah, menurunkan kadar trigliserid (lemak darah yang membantu menaikkan kadar LDL), dan menurunkan tekanan darah pada hipertensi. Suplemen omega-3 dapat diperoleh dalam bentuk minyak ikan dan minyak biji kapuk (flaxseed oil).

Dosis yang disarankan

Vitamin E*

400-800 IU sehari

Vitamin C

1,000 mg 3 kali/hari, turunkan dosis jika BAB agak lembek atau encer

Karotenoid

1 tablet sehari, bersama makanan

Asam Folat

400 mcg sehari

Vitamin B6

50 mg sehari

Vitamin B12

1,000 mcg sehari

Minyak flaxseed

1 sendok makan sehari, boleh dicampur makanan

Minyak ikan

1,000 mg 3 kali/hari, hanya jika tidak pernah mengkonsumsi ikan

Magnesium

400 mg sehari

*Konsultasikan dengan dokter jika sedang mengkonsumsi obat pengencer darah


Menguatkan Sistim Imun

Sistem imun merupakan benteng pertahanan tubuh yang paling penting. Membangun sistem imun yang kuat dan responsif, yang mampu melawan penyakit infeksi dan menetralkan toksin, sebenarnya dapat dipenuhi melalui pola makan sehat dan seimbang, serta tidur yang cukup.

Sayangnya, pola makan buruk, stres, dan polusi lingkungan yang menjadi bagian dari gaya hidup orang sekarang menggerogoti sistem imun yang sehat. Ketergantungan minuman keras atau obat; malnutrisi akibat pola makan buruk; penggunaan obat-obat anti-kanker, kortikosteroid, dan antibiotik; radiasi, polusi lingkungan seperti asap rokok, stres/depresi, kurang atau justru kelebihan olahraga, kurang tidur, merupakan faktor-faktor yang melemahkan sistem imun. Tidak heran jika kita melihat semakin banyak orang yang menderita alergi, sensitif terhadap perubahan suhu dan cuaca, sehingga bolak balik pilek dan flu, serta mengalami kelelahan kronis yang berkepanjangan.

Suplemen yang dianjurkan
• Suplementasi vitamin A, C, dan E membantu mendongkrak imunitas dan menjaga fungsi imun.
• Vitamin B kompleks juga penting bagi sistem imun, antara lain untuk membantu tubuh memproduksi energi.
• Jika disertai gejala batuk pilek atau flu, konsumsi juga herba seperti echinacea, astragalus dan bawang putih.

Dosis yang disarankan

Vitamin A

10,000-25,000 IU sehari

Vitamin C

2,000 mg 2-3 kali/hari, turunkan dosis jika BAB agak lembek atau encer

Vitamin E

200 IU, 1-2 kali/hari

Vitamin B kompleks

50 mg, 1-2 kali/hari

Echinacea

200 mg sehari, setelah 3 minggu rotasi dengan astragalus 400 mg/hari

Bawang putih

400-600 mg 4 kali/hari bersama makanan yang mengandung 4,000 mcg allicin


Menguatkan Tulang

Osteoporosis, degenerasi tulang yang ditandai oleh berkurangnya kepadatan tulang, sebenarnya dapat dihindari. Meski kalsium adalah elemen penting pada tulang, penyebab osteoporosis sendiri bukan semata-mata karena defisiensi kalsium. Berkurangnya hormon estrogen, kurang berolahraga, serta pola makan yang berlebihan gula, garam, kafein, dan protein hewani, juga merupakan faktor risiko.

Obat-obat tertentu seperti steroid dapat menyebabkan pH darah terlalu asam (acid). Keasaman darah yang terlalu tinggi akan memaksa darah mengambil kalsium dari tulang.

Banyak minum susu sapi juga tidak menjamin tulang menjadi kuat. Menurut dokter Haas, kandungan protein yang cukup tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan kalsium. Karena itu minum atau tidak minum susu, suplementasi kalsium tetap penting untuk menjaga kekuatan tulang.

Suplemen yang dianjurkan
• Efektivitas suplemen kalsium sangat bergantung pada bentuk kalsium yang dikonsumsi. Kalsium karbonat adalah bentuk kalsium yang tidak efektif meningkatkan kepadatan tulang sehingga lebih disarankan kalsium sitrat.
• Sertakan selalu vitamin D, karena vitamin ini membantu memaksimalkan penyerapan kalsium.
• Mineral magnesium dan boron diperlukan untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh.
• Vitamin C banyak dihubungkan dengan kesehatan tulang dan kolagen, protein yang berfungsi menguatkan tulang dan jaringan ikat.

Dosis yang disarankan

Kalsium

1,000-1,200 mg sehari, bersama makanan

Vitamin D

200 IU 2 kali/hari

Magnesium

400-600 mg sehari, bersama makanan

Boron

3 mg sehari

Vitamin C

1,000 mg 2 kali/hari, turunkan dosis jika BAB agak lembek atau encer


Menurunkan Berat Badan

Upaya menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori saja, bisa-bisa membuat Anda kekurangan zat-zat gizi penting, terutama jika porsi dan jenis makanan terlalu dibatasi. Diet penurunan berat badan juga cenderung menghilangkan vitamin larut air seperti vitamin B dan vitamin C.

Penyebab kegemukan yang utama bukanlah lemak, tetapi toksin. Selama toksin dalam tubuh masih berlebihan, tubuh akan tetap menahan lemak dalam tubuh, karena salah satu fungsi. lemak adalah mengikat toksin. Untuk mengeluarkan toksin inilah tubuh harus diberi cukup gizi dan energi.

Karena itu, penurunan berat badan yang baik adalah memilih makanan yang tepat untuk tubuh dan tetap makan sampai cukup kenyang (tapi tidak kekenyangan).

Penyebab kegagalan yang sering terjadi pada program penurunan berat badan adalah rasa lesu dan craving (keinginan yang sulit dibendung terhadap makanan). Penyebabnya adalah pola makan yang buruk sebelumnya dan efek detoksifikasi diet baru. Untuk membantu mengatasi kekurangan gizi inilah diperlukan suplementasi multivitamin/mineral pada awal program.

Suplemen yang dianjurkan
• Multivitamin/mineral.
• Tambahan kromium dapat membantu tubuh menggunakan lemak untuk energi dan pembentukan otot; kromium juga membantu meredakan ketergantungan pada gula dan karbohidrat halus.
• Asupan asam lemak esensial gamma-lipoic acid (GLA) dalam minyak evening primrose dan omega-3 dalam minyak ikan membantu menghambat akumulasi lemak berlebihan dalam tubuh. Pola makan orang yang kelebihan berat badan biasanya juga kurang asupan asam lemak esensial.
• Gunakan suplemen asam lemak esensial bersama psyllium (serat dari biji tanaman Plantago psyllium), untuk memberi rasa kenyang dan mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan.
• Mengurangi rasa lapar juga dapat dibantu Garcinia cambogia, ekstrak sejenis buah mirip labu dari India.

Dosis yang disarankan

Multivitamin/mineral

2 tablet 2 kali/hari bersama makanan

Kromium

200 mcg 2 kali/hari bersama makanan atau 1 gelas air

Minyak evening primrose

1,000 mg 3 kali/hari

minyak flaxseed

1,000 mg 2 kali/hari

Psyllium

1-3 sendok makan tepung Psyllium, larutkan dalam air atau jus 3 kali/hari

Garnicia Cambogja

500 mg 3 kali/hari


Mencegah Diabetes

Pola makan seimbang dan asupan suplemen yang tepat merupakan langkah-langkah prevensi yang sangat disarankan bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.

Orang dengan diabetes tidak dapat memproduksi cukup hormon insulin. Sebagian lagi tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi. Jika tidak dikontrol, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit jantung, kerusakan saraf, penyakit ginjal, penglihatan berkurang, atau penyakit lainnya.

Ada dua tipe diabetes. Diabetes tipe 1 yang sulit dicegah karena pankreas berhenti membuat insulin tanpa sebab yang jelas. Sebaliknya, diabetes tipe 2 dapat dicegah dan bahkan dapat diperbaiki, karena penyebabnya lebih banyak berkaitan dengan gaya hidup. Karena obesitas sangat berperan pada hampir semua kasus diabetes tipe 2, selain menjaga kadar gula darah tetap stabil, berat badan pun perlu dikontrol.

Suplemen yang dianjurkan
• Suplemen gizi yang disarankan dapat digunakan bersama obat yang diresepkan dokter.
• Vitamin B membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi dan menjaga keseimbangan kolesterol darah.
• Vitamin C membantu mengatur kadar gula darah.
• Vitamin E membantu menurunkan kadar gula darah.
• Kromium diperlukan untuk menjaga kestabilan kadar gula darah, memperbaiki toleransi glukosa dan meningkatkan kepekaan sel terhadap insulin.
• Asam lemak esensial penting, terutama gamma-linolenic acid (GLA) dan omega-3. GLA, salah satu komponen pada minyak evening primrose dapat melindungi saraf dari kerusakan dan menjaga arteri tetap lentur. Menurut dokter Andrew Weil (pionir dalam bidang pengobatan terpadu dan kesehatan alami), omega-3 yang banyak terdapat pada minyak ikan dapat menurunkan resistensi insulin pada penderita diabetes.
• Magnesium berguna dalam pelepasan insulin dan transportasi gula ke sel.
• Kalsium perlu untuk meningkatkan potensi magnesium dalam tubuh.

Dosis yang disarankan

Vitamin B kompleks

50 mg setiap pagi

Vitamin C

1,000-2,000 mg setiap pagi

Vitamin E

200-400 IU setiap pagi

Kromium

200 mcg 3 kali/hari bersama makanan

Minyak ikan

1,000 mg 2 kali/hari

Minyak evening primrose

1,000 mg 3 kali/hari

Magnesium

500 mg sehari

Kalsium

1,000 mg sehari


Jangan Berlebihan

Agar mencapai manfaat yang diinginkan, gunakan suplemen secara bijak dan jangan melebihi dosis yang direkomendasikan dokter dan ahli yang menguasai terapi nutrisi. Mengkonsumsi suplemen gizi yang tidak perlu sama seperti mengisi gelas yang sudah penuh alias pekerjaan yang sia-sia. Biasakan juga untuk membaca label, termasuk peringatan untuk suplemen-suplemen tertentu.

Dosis yang dianjurkan disini hanya sekadar informasi yang bersifat umum. Jika Anda mempunyai penyakit yang serius, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memutuskan menggunakan suplemen apa pun.

Sumber: Nirmala, September 2008

Dalam 10 SGF terkandung mineral dan gizi yang dibutuhkan selama 1 hari..
OGF adalah supplemen yang dianjurkan oleh Andang Gunawan, Pendiri Majalah Nirmala, dan mengandung semua yang dibutuhkan tubuh untuk memaksimalkan detoksifikasi

Written by eric

October 30, 2008 at 8:26 am

Posted in artikel kesehatan

Folat untuk Sperma Anda!

without comments


Jika selama ini, Folat identik dengan susu untuk Ibu yang sedang mengandung, ternyata ada lagi kekuatan folat tersebut, yakni untuk kesehatan sperma kaum wanita. baru-baru ini, Universitas California, Berkeley, meneliti kegunaan folat ini bagi kaum pria.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction terbaru ternyata menyebutkan asupan asam folat yang tinggi bisa melindungi pria dari produksi sperma yang abnormal ataupun anak dengan genetik yang tak normal.

Para peneliti memperkirakan hampir 4 persen sperma pada pria sehat membawa terlalu banyak atau terlalu sedikit kromosom. Kondisi ini dikenal sebagai aneupoidy. Selanjutnya, aneuploidy ini terkait dengan kegagalan dalam kehamilan, keguguran dan bayi yang lahir dengan sindrom tertentu, seperti sindrom down, turner, dan klinefelter. Meski demikian, cara sperma bermutasi dalam kondisi ini masih belum banyak dipahami para peneliti.

Tim peneliti Berkeley menganalisis contoh sperma dari 89 pria sehat dan tidak merokok. Mereka diberi asupan zinc, folat, vitamin C, vitamin E, dan beta karoten. Folat yang diberi berasal dari makanan sehari-hari ataupun yang sintetis dalam bentuk suplemen. Nah, peneliti menemukan kaitan signifikan secara statistik antara asupan folat dan rendahnya sperma yang mengalami aneuploidy.

Pria yang mengkonsumsi folat tinggi–antara 722 dan 1.150 mikrogram per hari–20-30 persen lebih rendah kemungkinannya mempunyai sperma yang aneuploidy dibanding pria dengan asupan folat rendah. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa mereka tidak membuktikan bahwa folat berpengaruh secara langsung terhadap kualitas sperma. Namun, lebih pada kaitan antara kedua hal tersebut. Para pakar itu menyatakan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan efek folat.

Profesor Brenda Ezkenazi, yang memimpin penelitian tersebut, menyebutkan dalam studi sebelumnya sudah diperlihatkan bahwa asupan nutrisi mikro untuk si ayah juga menyumbangkan keberhasilan kehamilan karena bisa memicu terjadinya peningkatan kualitas sperma. Eskenazi menyebutkan temuannya ini juga menyarankan perubahan rekomendasi folat bagi pria, yang selama ini per hari 400 mikrogram, ditingkatkan, terutama pada pria yang tengah berusaha mendapatkan anak. Cara ini bisa mengurangi risiko kromosom abnormal pada janin.

Dr Allan Pacey, ahli reproduksi pria di Universitas Sheffield, Inggris, menyebutkan memang ada bukti kuat bahwa pola makan berpengaruh terhadap kualitas sperma. “Tapi sejauh ini, studi tidak menyebutkan faktor itu akan membantu produksi sperma lebih banyak. Yang jelas, pola makan yang baik akan meningkatkan kualitas sperma,” Pacey menambahkan.

Namun, ia mengingatkan pasangan yang tengah melakukan program mendapat anak tidak hanya memperhatikan asupan folat, tapi juga sebaiknya mengubah gaya hidup mereka, seperti menghentikan kebiasaan merokok dan meneguk minuman alkohol. “Jangan lupa setiap hari harus melahap lima porsi buah dan sayur segar,” Pacey menegaskan. Pola baru ini harus dilakukan tiga bulan sebelum proses kehamilan.

Memang diperlukan 100 hari bagi sperma untuk mengalami perubahan yang lebih baik. Sekitar 74 hari untuk pembentukan dan 20-30 hari untuk pematangan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan sperma harus diperhatikan sebelum 100 hari proses kehamilan. Ada tiga faktor utama yang membuat sperma tergolong baik, yakni jumlah sperma harus lebih dari 20 juta mililiter saat ejakulasi, bentuk sperma, serta kecepatan dan kemampuan sperma saat berenang.
Sumber: CBN

Asam Folat terkandung sangat tinggi pada produk SGF

Written by eric

October 30, 2008 at 8:23 am

Kiat Mengatasi Migren

without comments

Kiat Mengatasi Migren
Migren (migraine) atau sakit kepala sebelah sungguh menyakitkan. Kepala terasa mau pecah dan seperti terutusk-tusuk benda tajam. Sayangnya, sejauh ini belum diketahui penyebab pasti migren. Obat penyembuh migren pun belum ada. Para peneliti hanya bisa mengidentifikasi bahwa migren terkait dengan faktor genetik. Namun Prof Yukie Niwa menemukan bahwahampir 90% penyakit disebabkan karena radikal bebas

Mekanisme migren

Seperti penyebabnya yang tidak begitu jelas, tahapan terjadinya migren juga belum bisa dijelaskan secara tepat. Namun banyak ahli saraf menyatakan bahwa kemunculan migren terkait dengan impuls listrik yang berlebihan di otak sehingga meningkatkan aliran darah serta menyebabkan pelebaran pembuluh dan peradangan. Keadaan ini merupakan sinyal sistem saraf yang kelebihan beban akibat terpaan informasi dari luar.

Saat kelebihan beban, saraf berusaha menghalangi aliran informasi agar otak bisa relaks. Sementara otak kehilangan kemampuannya mencerap terpaan informasi seperti suara-suara, bau, dan cahaya. Kontradiksi ini menyebabkan aktivitas sel otak tidak normal yang menghasilkan impuls listrik yang menyerang impuls listrik yang menyerang pembuluh darah sehingga menyebabkan peradangan. Penderita migren akan merasa melihat titik-titik terang, garis-garis gelombang, atau suara-suara yang mengganggu.

Mengatasi migren

Migren perlu dikelola agar serangannya tidak mengacaukan aktivitas dan produktivitas Anda. Berikut ini tips mengatasi migren:

  • Kenali dan hindari pemicu migren. Catat setiap episode serangan migren Anda dan cari tahu kemungkinan faktor pemicunya. Mungkin butuh beberapa bulan sebelum pemicu migren ditemukan.
  • Tetaplah berolahraga secara rutin. Jika serangan migren terjadi saat berolahraga, catat aktivitas yang baru dilakukan, apa yang Anda makan sebelumnya, dan keadaan cuaca hari itu.
  • Jaga pola tidur yang rutin. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit bisa memicu migren.
  • Hindari stres sebisa mungkin. Banyak penderita mendapatkan migren setelah melalui peristiwa yang menekan.
  • Jaga pola makan. Makanlah secara teratur dan selingi dengan makanan ringan. Puasa diketahui bisa memicu migren. Makanan dengan pemanis buatan (aspartam), makanan yang mengandung nitrat, berlebihan kafein atau berhenti tiba-tiba minum teh dan kopi, alkohol, MSG, coklat juga diduga sebagai pemicu migren.
  • Faktor pemicu lainnya yang patut jadi tersangka adalah siklus menstruasi, rangsangan visual yang intensif, misalnya pantulan sinar matahari dan cahaya yang terang.

Bila Anda diserang migren, atasi dengan cara istirahat dan tidur di kamar yang gelap serta tenang. Kompres bagian kepala yang sakit dengan air dingin untuk menyempitkan pembuluh darah.

Jika migren tidak segera diatasi, Anda harus melewati fase-fase yang menyakitkan. Fase puncaknya bisa berlangsung 4 jam sampai 72 jam bahkan bisa lebih lama. Selama itu, Anda tak akan bisa beraktivitas.


Untuk mengurangi atau menghilangkan migren bisa dibantu dengan menjalani detoksifikasi , bisa menggunakan OGF dan SOD… serta pola hidup yang seimbang..

Written by eric

October 30, 2008 at 8:17 am

SEHAT SAAT BERPUASA

without comments


Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang
biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan
berpuasa organ vital ini dapat berkurang kerjanya selama 14 jam. Hal tersebut ternyata sangat
baik bagi kesehatan secara keseluruhan, namun seperti kita ketahui bahwa saat berpuasa pun kita
tidak mengurangi aktifitas seperti bekerja, tingkat stress yang tinggi ditambah dengan segala
bentuk beban fisik lainnya seperti kemacetan lalu lintas, polusi dan sebagainya.
Ketika berpuasa, bahan makanan yang masuk (intake) berbeda dengan energi yang dikeluarkan
(outtake) selama beraktivitas. Itu sebabnya, selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pun
harus dijaga. Berikut beberapa cara agar kita tetap dapat berpuasa dengan sehat.
Cara makan yang benar
 Makanlah secara teratur untuk buka puasa dan sahur dengan menu seimbang. Maksudnya
adalah makanan yang terdiri dari karbohidrat 50-60%, protein 10-20%, lemak 20-25%,
cukup vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Selain itu, cukup serat dari sayuran untuk
memperlancar buang air besar.
 Cukup cairan, dengan minum kurang lebih 7-8 gelas sehari. Terdiri dari 3 gelas waktu
sahur dan 5 gelas dari buka sampai sebelum tidur.
 Pembagian makan adalah 50% untuk berbuka, 10% setelah sholat tarawih, 40% pada
waktu sahur.
o 1/2 – 1 jam sebelum makan sahur
konsumsi 5 butir Supergreen Food yang
kaya akan serat dan tinggi protein.
Hidangan sahur porsinya lebih kecil
dibandingkan makanan waktu buka.
Dianjurkan makan dengan kadar protein
tinggi, agar meninggalkan lambung lebih
lama. Selain itu pencernaan dan
penyerapan juga lebih lama dibanding
makanan yang kadar karbohidratnya
tinggi, sehingga tidak cepat terasa lapar.
 Saat makan sahur dapat ditambahkan segelas susu, terutama untuk anak-anak dan remaja.
Pada orang dewasa dapat minum susu tanpa lemak. Untuk itu dapat minum segelas susu
Soyabean Powder With Apple. Suplemen multivitamin dan mineral boleh dikonsumsi
pada waktu sahur, agar meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. 1 tablet Vitamin C
1000 Buffered Time Release menjelang Imsyak.
 Menu yang dipilih yaitu pada waktu buka, terdiri dari makanan pembuka berupa
minuman manis atau makanan manis, seperti kolak pisang, kurma atau teh manis.
Makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang akan mudah diserap dan segera
Created with novaPDF Printer (www.novaPDF.com). Please register to remove this message.
menaikkan kadar gula darah. Setelah sholat magrib makan makanan pelengkap yang
terdiri dari: nasi atau pengganti nasi, ayam/ikan/daging, tahu/ tempe, sayuran dan buah.
 Setelah tarawih dapat makan camilan berupa roti atau buah.
Puasa juga merupakan kesempatan menurunkan berat badan bagi yang gemuk, dengan cara tidak
makan berlebihan pada waktu buka, sehabis buka dan sewaktu sahur.
Sebaiknya kita mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang perlu. Bila kita harus bekerja di siang
hari sering kali kita diserang kantuk yang hebat, untuk itu waktu tidur malam jangan terlalu
banyak dikurangi. Usahakan untuk bisa tidur setelah makan sahur, walaupun hanya sebentar
sangat membantu.
Usahakan tetap olahraga, agar aliran darah tetap lancar serta kebugaran tubuh terjaga. Lakukan
olahraga ringan seperti jalan kaki, naik sepeda, dan lain-lain. Jangan sampai mengeluarkan
banyak keringat. Waktu berolahraga yang baik adalah 1 jam menjelang buka puasa (lamanya
1/2jam).
Cara Konsumsi Supplement yang disarankan selama Bulan Puasa
Produk Waktu Konsumsi Dosis
Supergreen Food
Golden Oil
OGF
1 jam sebelum sahur
Setelah berbuka/sahur ( bagi penderita jantung,stroke,
hipertensi )
Sebelum Tidur
5 tablet
1-2 softgel
½- 1 Sendok
takar
Vit C TR
Buffered Menjelang imsak 1 tablet
Adult
Multivitamin Menjelang imsak 1 tablet
Soya Bean
Powder
Setelah makan sahur (bisa bersamaan dgn Vit C atau Adult
Multivitamin)
1 gelas
Marilah kita sambut Ramadhan
dengan bening hati dan
kesehatan yang baik sehingga
puasa kita Menjadi lebih
bermakna.
Selamat Datang Ya
Ramadhan…

Written by eric

September 3, 2008 at 1:48 pm

Saat Hati Meradang

without comments


Hepatologi
Saat Hati Meradang

Kegembiraan menyelimuti hati Kong Tjong Ha. Perempuan berusia kepala empat ini merasa telah terbebas dari penyakit yang mematikan. Virus hepatitis B yang menyerang lever di dalam tubuhnya selama beberapa tahun terakhir ini akhirnya lenyap. Kesembuhan ini diperoleh setelah ia rutin menjalani pengobatan.
Karyawati bagian keuangan sebuah perusahaan di Grogol, Jakarta, ini tidak tahu kapan pertama kali terinfeksi virus itu. Yang jelas, pada Juli 2005 silam, gejala penyakit itu mulai muncul. Saat itu, ia merasa cepat letih, lemas, dan sering mengantuk. “Semula saya mengira ini karena tekanan darah turun atau kena mag,” tutur Kong Tjong Ha.
Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium, ia divonis menderita hepatitis B. Oleh dokter, ia dianjurkan istirahat total selama satu hingga dua pekan. Namun, karena tidak betah berdiam diri di rumah dalam waktu lama, ia memaksakan diri tetap bekerja. Hasilnya, kondisi kesehatannya memburuk.
“Waktu sakit, saya panas tinggi, kepala terasa berat, susah bernapas. Naik tangga saja susah. Saya sempat mengira mau mati,” tuturnya. Bobot tubuhnya pun turun drastis, dari 85 kilogram jadi tinggal 61 kg. Hal ini membuat kegiatan sehari-hari terganggu, termasuk aktivitas kerja di kantor yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Ia akhirnya berobat ke Klinik Hati di Cideng, Jakarta. Tiap hari ia harus mengonsumsi obat. Ia juga periksa darah untuk memantau perkembangan penyakitnya secara berkala.
Setelah terapi selama beberapa tahun, kondisi kesehatannya kembali pulih. Kendati demikian, ia tetap tidak boleh mengonsumsi makanan berlemak, harus memperbanyak makan sayuran yang direbus atau dikukus. “Saya juga minum temulawak,” ungkap Kong Tjong Ha.
Mudah menular
Hepatitis B termasuk “pembunuh diam-diam”. Banyak orang tak tahu dirinya terinfeksi sehingga terlambat ditangani dan terinfeksi seumur hidup. Disebut “pembunuh diam-diam” sebab infeksi kronis ini bisa menunjukkan gejala, bisa juga tidak. Pengidap atau pembawa virus itu bisa menularkan penyakit hepatitis B.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus hepatitis B kronis diperkirakan menyerang sekitar 350 juta orang di dunia, terutama di Asia Tenggara dan Afrika, dan menyebabkan kematian sekitar 1,2 juta orang per tahun. Dari jumlah itu, 15-25 persen yang terinfeksi kronis meninggal karena komplikasi dari penyakit lever, seperti sirosis dan kanker hati.
Sejumlah negara di Asia seperti China dan India memiliki angka kasus hepatitis B sangat tinggi. Sedangkan di Indonesia, prevalensinya mencapai 5-10 persen dari total jumlah penduduk atau sekitar 13,3 juta penderita.
Di kota-kota besar, seperti Jakarta, prevalensinya mencapai 8-10 persen. Penyakit ini 50-100 kali lebih menular daripada HIV. Di daerah endemis, banyak orang terinfeksi ketika masih kecil karena tertular dari ibu saat persalinan.
Hepatitis B adalah infeksi hati oleh virus hepatitis B. Pada banyak orang, infeksi bisa menjadi kronis, menyebabkan kegagalan hati, kanker hati atau sirosis, kondisi yang menyebabkan gangguan hati secara permanen. Kebanyakan kasus hepatitis B bisa sembuh dalam waktu enam bulan, tetapi sekitar 10 persen infeksi hepatitis B bisa berkembang hingga infeksi kronis.
Padahal, infeksi kronis pada hati menyebabkan terjadinya pembentukan jaringan ikat pada hati disertai perubahan pada susunan lobulus hati sehingga hati berbenjol-benjol. Fungsi hati terganggu dan timbul berbagai komplikasi, seperti penimbunan air di rongga perut (asites), gangguan pembekuan darah (koagulopati), peningkatan tekanan di pembuluh darah, serta gangguan fungsi otak.
Dalam situs www.mayoclinic.com disebutkan, hati memiliki banyak fungsi, termasuk proses penyaringan nutrisi dari dalam tubuh, obat, alkohol, dan penyakit lain dari aliran tubuh. Hati memproduksi kolesterol dan protein penting lain. Selain itu, hati memiliki kemampuan luar biasa untuk regenerasi sehingga dapat memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Karena itu, penyakit hati seperti hepatitis B bisa mengancam jiwa penderitanya.
Hepatitis B akut perlu waktu satu sampai enam bulan sejak terinfeksi sampai penyakit bermanifestasi. Sementara hepatitis B kronis perlu waktu lebih dari enam bulan sampai penyakit bermanifestasi.
Jika kena hepatitis B akut, sistem kekebalan tubuh dapat membersihkan virus dari dalam tubuh sehingga penderitanya bisa sembuh total dalam beberapa bulan. Ketika sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan virus, maka infeksi hepatitis B jadi lebih lama dan menjadi penyakit yang serius seperti sirosis dan kanker hati.
Mayoritas orang dewasa yang terserang virus ini, termasuk penderita hepatitis B akut, bisa sembuh total. Namun, makin dini infeksi terjadi, risiko jadi kronis kian besar. Lebih dari 90 persen bayi baru lahir yang terinfeksi hepatitis B berlanjut jadi kronis. Persentase makin turun dengan bertambahnya usia. Pada anak, risiko 50 persen, sedangkan pada orang dewasa kurang dari lima persen. Infeksi kronis tidak terdeteksi sampai penderitanya sakit serius.
Tanpa gejala
Gejala awal penyakit ini antara lain mual, muntah, kehilangan nafsu makan, letih, lesu, serta nyeri otot dan sendi, sakit perut, terutama di sekitar hati. Kemudian diikuti warna kekuningan pada tubuh, bagian putih pada mata, air seni berwarna gelap, dan sebaliknya tinja berwarna pucat.
Infeksi penyakit ini bisa diawali dengan gejala, bisa juga tidak. Deteksi hepatitis B baru bisa jelas lewat pemeriksaan darah dan biopsi. Virus penyebabnya dapat merusak sel-sel hati. Dalam jangka panjang, penderitanya bisa terkena sirosis (penciutan dan pengerasan) serta kanker hati. Sekitar satu persen penderita meninggal pada tahap awal akibat kerusakan hati.
Hepatitis B bisa merusak hati dan menularkan kepada orang lain meski tanpa disertai gejala. Kerusakan yang ditimbulkan virus hepatitis B kebanyakan akibat respons tubuh terhadap infeksi. Respons kekebalan tubuh terhadap sel hati yang terinfeksi justru merusak sel dan menyebabkan radang hati. Hal ini mengakibatkan enzim hati bocor dan masuk aliran darah. Virus juga menghambat kemampuan hati untuk memproduksi faktor pembeku prothrombin.
Virus hepatitis B ditularkan lewat darah, air seni, tinja, dan sekresi usus, air liur, sekresi alat kelamin pria dan wanita, air susu ibu, dan cairan tubuh lain. Jalur penularan bisa lewat kulit yang terluka, selaput lendir (oral dan seksual), hubungan seksual tidak aman dengan orang yang terinfeksi, transfusi darah, berbagi jarum suntik pada pengguna obat atau narkoba suntikan, tato atau akupunktur dengan jarum yang terkontaminasi.
“Perkembangan penyakit juga dipengaruhi adanya riwayat hepatitis B kronis di dalam keluarga, pemakaian alkohol berlebihan, dan perlemakan hati,” kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Laurentius A Lesmana.
Risiko terkena penyakit ini meningkat jika kontak seksual tidak aman dengan pengidap hepatitis B, menderita penyakit menular seksual, berbagi jarum suntik pada pengguna narkoba suntikan, memiliki pekerjaan yang terpapar darah manusia, menerima transfusi darah yang terinfeksi hepatitis B, cuci darah, dan bepergian ke daerah dengan tingkat infeksi HBV tinggi. Bayi baru lahir juga berisiko terinfeksi dari ibu yang mengidap hepatitis B lewat persalinan.
“Hepatitis B sebenarnya tidak mengerikan jika tahu cara pencegahannya,” ujar ahli penyakit hati Prof dr Ali Sulaiman (Kompas, 11 Oktober 2000).
Cara paling jitu mencegah hepatitis B adalah vaksinasi hepatitis B. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan meningkatkan kesehatan lingkungan dan kebersihan perorangan, mencegah perilaku seksual berisiko tinggi, dan penapisan darah donor.
Sejauh ini, ada beberapa jenis obat lini pertama untuk mengobati infeksi hepatitis B kronis, yakni interferon, lamivudine, adefovir dipivoxil, dan entecavir. Jika bisa terdeteksi sejak awal, maka harapan untuk sembuh bagi penderitanya pun kian besar.

Sumber: Kompas
Penulis: Evy Rachmawati

Written by eric

April 28, 2008 at 7:17 am

Suplemen Asam Folat Turunkan Risiko Stroke

without comments


Suplemen Asam Folat Turunkan Risiko Stroke

Berdasarkan hasil sebuah penelitian meta analisis, diketahui bahwa suplemen asam folat bisa menurunkan risiko stroke sebesar 18% – 25%. Namun, manfaatnya untuk kondisi kardiovaskular lainnya belum diketahui secara jelas.

Pengurangan risiko stroke tersebut muncul dari sebuah meta analisis delapan trial acak yang mengamati suplementasi asam folat, dengan atau tanpa vitamin B lainnya. Penelitian itu dilakukan oleh para ilmuwan dari Northwestern University, dan hasilnya dilaporkan dalam jurnal The Lancet edisi 2 Juni 2007.

Dalam analisis bertingkat trial yang memasukkan 16.841 pria dan wanita, peneliti membagi kelompok tersebut menjadi :

  • Sub kelompok yang menerima suplemen asam folat lebih dari 3 tahun
  • Sub kelompok yang mempunyai kadar homosistein menurun sebesar 20% atau lebih
  • Sub kelompok yang hidup di wilayah tanpa fortifikasi asam folat

Studi tersebut menetapkan bahwa pasien dengan berbagai penyakit sering mengalami kekurangan asam folat, vitamin B lainnya (seperti vitamin B6 dan vitamin B12), serta asam lemak omega-3 (khususnya DHA).

Ke-delapan trial itu memasukkan pasien dengan kondisi awal, yaitu satu trial dengan sejarah stroke dan tujuh lainnya dengan penyakit jantung koroner dan penyakit ginjal tahap akhir atau displasia esofagus. Penurunan risiko stroke secara keseluruhan adalah sebanyak 18%. Selain itu, risiko stroke 25% lebih rendah pada 7 trial yang tidak ada sejarah stroke.

Walaupun telah terbukti bahwa suplemen asam folat dapat menurunkan risiko stroke, debat terus berlanjut apakah asam folat dapat memperbaiki hasil dari penilaian akhir kardiovaskular. Beberapa studi menemukan hasil yang bertolak belakang, sedangkan studi epidemiologi mendukung usulan bahwa faktor risiko dan kekuatan hubungan berbeda antara stroke dan penyakit kardiovaskular. Para peneliti berspekulasi, walaupun alasan perbedaan tidak dipahami seluruhnya, mereka mengacu pada fakta bahwa stroke lebih berkaitan dengan patologi pada pembuluh darah kecil, sedangkan penyakit kardiovaskular cenderung melibatkan pembuluh darah besar.

Trial klinis selanjutnya diharapkan bisa dilakukan di daerah tanpa fortifikasi dan diantara individu tanpa sejarah stroke untuk menguji efektivitas dan hubungan sebab akibat antara suplementasi asam folat pada stroke.

Sumber : Jurnal The Lancet (Juni 2007)


Written by eric

April 21, 2008 at 11:10 am

Posted in SGF, artikel kesehatan

Meracuni Anak Sendiri

without comments




Written by eric

August 30, 2007 at 11:36 am

Posted in anak, artikel kesehatan

MENGAPA PERLU DETOKS? Dikutip dari tulisan Ibu Andang Gunawan, ADN, ND (Majalah NIRMALA Mei

without comments

MENGAPA PERLU DETOKS?

Dikutip dari tulisan Ibu Andang Gunawan, ADN, ND (Majalah NIRMALA Mei
2004)

Anda punya masalah sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit,
kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit,
sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor,
penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung
koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta
penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh? Tahukah Anda bahwa
akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas
tubuh Anda?

TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan
makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat
makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam
berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran
dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua
ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai
racun (toksin) atau penyakit.
Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita
sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita
hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru.
Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi
ampas.
Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari
melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan
jaminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika salah satu atau
beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran
ampas dari tubuh Anda belum optimal! Penyakit terjadi apabila proses
pembuangan tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ
vital.
Dalam sejumlah hasil penelitian disebutkan kondisi racun berlebihan
(toxicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan terjadinya
penyakit-penyakit degeneratif (liver, jantung, diabetes, kanker, dll.),
dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, racun harus
dikeluarkan dari dalam tubuh. Caranya, dengan detoksifikasi (detoks).

Apa itu detoks?
Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang
bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode
efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses
alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang
menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah susu
besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).
Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi
keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena
setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah
mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan
terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin
yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke
sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang
menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan
degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Mengapa perlu detoks?
Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah
kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau
diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga
kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein
(hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein
(hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni
kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.
Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam
tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau
terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah.
Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah
menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah
terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan
tubuh lainnya terhambat.
Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi
metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses
pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan
yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim
tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas.
Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada
usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar
dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.
Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan
memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus.
Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem
kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan
mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada
saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk
dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori
halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh
dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.
Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara
berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas
beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau
virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan
sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola
makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti
bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih
penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan
ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.
Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada
seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan
atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi
yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan:
* Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat,
kencang, dan lembut.
* Menurunkan kelebihan berat badan.
* Meningkatkan energi.
* Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
* Pengeruta tumor (jika ada).
* Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
* Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
* Memperbaiki daya ingat.
* Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit
kepala, kembung, dsb.
* Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
* Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
* Meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagaimana melakukan detoks?
Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini.
Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen
herba atau obat-obatan tertentu. Program detoks yang baik harus dapat:

* menormalkan pH (kadar keasaman) pencernaan
* meringan beban fungsi enzim di pankreas
* melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
* mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
* membangun flora usus
* melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar
penyerapan zat makanan menjadi lebih baik
* membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (catatan:
penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus)
* merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
* membersihkan darah
* membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan
cairan tubuh
* melancarkan peredaran getah bening
* membuka pori-pri kulit
* mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan

Biasanya perlu waktu 6 – 12 bulan untuk mencapai semua itu, dan juga
sangat bergantung pada kondisi keracunan dan kedisiplinan setiap
individu.
Metode detoks yang paling mudah dan aman adalah juice
fasting, yaitu puasa menghindari makanan padat dan pembentuk asam, dan
hanya mengkonsumsi jus buah segar sepanjang hari dalam porsi tertentu.
Puasa ini aman bagi semua orang. Mereka yang menderita kanker stadium
lanjut, diabetes, atau gagal ginjal harus di bawah pengawasan ahli.
Istirahat dan relaksasi sangat penting dalam program detoks.
Jika masih sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas lainnya, sebaiknya tidak
melakukan detoks. Laju metabolisme tubuh selama detoks akan menurun,
begitu pula suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan saluran pernapasan. Ini
merupakan proses alamiah karena tubuh akan melakukan penghematan energi
dan sebagian besar energi akan lebih dikonsentrasikan untuk proses
pembuangan racun.
Proses keluarnya racun juga menimbulkan reaksi tidak nyaman
pada tubuh, yang secara medis dikenal sebagai gejala kemunduran
(withdrawal symptoms). Beberapa gejala mirip dengan gejala sakit atau
sakaw pada pemakai narkoba yang sedang menjalani program pembersihan.
Sebaliknya, dalam paham pengobatan alami, gejala ini disebut krisis
penyembuhan (healing crisis). Gejala ini biasanya muncul pada hari ke-3
sejak dimulainya program detoks. Gejala yang terasa biasanya hanya
muncul satu hari saja. Kecuali gejala seperti flu (pengeluaran lendir
melalui saluran pernapasan) biasanya berlangsung lebih lama.
Beberapa hari setelah itu kita mulai merasa tidak kelaparan
lagi, walaupun adakalanya muncul gangguan seperti memikirkan
makanan-makanan tertentu padahal perut sedang tidak lapar.

Krisis penyembuhan
* Gejala demam atau flu
* Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (sulit buang
air besar). Jika terjadi sembelit, bisa dibantu dengan enema atau
kolonhidroterapi/”cuci usus”.
* Nyeri otot atau sendi
* Sakit kepala atau migrain (umumnya pada perokok dan peminum
alkohol)
* Mual-mual atau kembung
* Lesu
* Banyak mengeluarkan riak atau lendir
* Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah
dengan kulit
* Napas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat
dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)
* Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)
* Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)

Mekanisme detoks
Ada 2 mekanisme yang digunakan liver untuk mengeluarkan
racun. Bagian pertama pada detoks, disebut fase 1, adalah mengubah
toksin menjadi entuk yang larut lemak. Secara alamiah lemak akan segera
mengikat toksin yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, toksin harus
dilepaskan dulu dari jaringan lemak.
Bagian kedua, disebut fase 2, mengubah toksin menjadi bentuk
yang larut air agar toksin dapat dikeluarkan melalui saluran usus dan
urine. Dengan mekanisme ini, tidak akan ada racun yang tersangkut atau
tertinggal pada jaringan, termasuk jaringan otak dan saraf pusat. Toksin
akan keluar perlahan melalui aliran darah. Pada saat inilah biasanya
gejala-gejala yang terasa seperti penyakit, yakni gejala krisis
penyembuhan (healing crises) itu muncul.
Pada setiap fase yang harus dilalui, pelaksanaan detoks ini
sebaiknya dibantu dengan makanan dan herba tertentu untuk menguatkan
sel-sel organ vital dan kelenjar yang berperan pada proses detoks. ***

PRAKTEK DETOKS YANG EFEKTIF
Dikutip dari tulisan Ibu Andang Gunawan, AD, ND, dalam Majalah NIRMALA
JUNI 2004 halaman 60-64.

Program detoks tak bisa dilakukan sembarangan. Di antara sekian jenis
program detoks, detoks dengan jus buah (fruit juice fasting) adalah yang
paling aman dan nyaman. Namun sebelum melakukannya, pahami dulu
aturannya. Apa yang harus dilakukan menjelang detoks? Berapa lama waktu
optimum menjalankan detoks? Reaksi apa yang mungkin timbul selama
detoks?

USUS BESAR yang tidak sehat dan tidak lancar adalah sumber datangnya
berbagai penyakit. Sebagai saluran pembuangan yang menjadi tempat
bertumpuknya ampas-ampas, usus besar adalah organ pertama yang harus
dibersihkan, sebelum tubuh melakukan proses detoks yang akan dilakukan
oleh hati/liver.

Usus besar memang tempat lewatnya ampas dan kotoran, sehingga memang
tidak dapat dikatakan sebagai tempat yang bersih. Yang dimaksudkan harus
bersih dalam hal ini adalah lancar. Aliran dalam saluran pembuangan
harus lancar agar tidak terjadi penyumbatan, yang di kemudian hari dapat
menyebabkan kondisi keracunan dari dalam tubuh (otointoksikasi) dan
gangguan metabolisme.

PUASA: DETOKS YANG EFEKTIF

Ada banyak cara detoks. Sarapan buah di pagi hari, seperti metode Food
Combining, saja sudah dapat menimbulkan efek detoks. Tetapi di antara
semua alternatif detoks yang ada, puasa merupakan metode yang paling tua
dalam sejarah, paling aman, dan paling efektif.

Metode yang paling direkomendasikan para ahli kesehatan alami maupun
klinik-klinik puasa di negara-negara Barat adalah puasa hanya minum air
suling (disebut water fasting) atau puasa hanya dengan minum jus buah
atau jus sayuran saja (juice fasting).

Juice fasting dengan buah-buahan adalah pilihan detoks yang paling aman
dan nyaman. Kandungan gizi yang berlimpah dalam buah segar, termasuk
enzim-enzim dan energinya, dapat menurunkan intensitas pembersihan pada
tingkat yang lebih nyaman.

Puasa dengan hanya minum air prosesnya lebih intensif karena akan
membakar lebih banyak kalori. Bagi pemula, water fasting hanya boleh
dilakukan di klinik khusus yang mempraktekkan terapi puasa dan di bawah
pengawasan spesialis detoks.

PRINSIP-PRINSIP DETOKS

* Tinggalkan alat penimbang berat badan
Detoks bukan program penurunan berat badan. Penurunan berat badan
hanyalah efek sampingan detoks. Fokus detoks adalah kesehatan Anda.
Artinya, metabolisme harus baik atau lancar. Detoks memperbaiki
metabolisme tubuh. Jika tubuh sehat tidak akan ada kelebihan berat
badan. Ingat, kelebihan berat badan bukan semata-mata karena lemak,
tetapi toksin! Berhasil tidaknya detoks mudah terlihat dari penampilan
dan tekstur kulit yang menjadi tampak muda dan segar, juga ukuran
lingkar tubuh yang mengecil tanpa kesan kurus kering.
* Tinggalkan hitungan kalori
Program detoks ini tidak perlu membuang Anda pusing dengan urusan
hitunga-hitungan kalori, karena Anda hanya akan mengkonsumsi jus buah.
Buah adalah makanan rendah kalori tetapi kaya energi. Dalam ilmu
kesehatan modern, kalori juga dipahami sebagai energi. Tetapi dari paham
kesehatan alami, energi adalah tenaga atau power atau aura yang terdapat
pada makanan. Seperti aura pada manusia, aura pada tumbuh-tumbuhan juga
dapat dilihat dari kamera khusus. Sebaliknya, kalori lebih tepat
didefinisikan sebagai panas atau energi yang dibutuhkan untuk
pembakaran. Buah disebut makanan rendah kalori karena hampir tidak
memerlukan energi tubuh untuk pembakarannya, sehingga tubuh bisa lebih
banyak menghemat energi. Energi ini yang sebenarnya berperan dalam
proses penyembuhan dan peremajaan pada sel-sel tubuh.

PERSIAPAN SEBELUM DETOKS

* Selama proses detoks berlangsung, sebagian besar energi akan
difokuskan tubuh ke proses pembuangan. Karena itu, tidak ada gunanya
melakukan detoks jika masih disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang
menyita tenaga dan pikiran. Melakukan detoks dalam kondisi demikian
tidak akan membuat tubuh jadi sehat, tetapi justru sebaliknya. Cari
waktu yang baik untuk menjalankan detoks.
* Waktu menjalani detoks adalah 7-40 hari berturut-turut,
bergantung pada kondisi setiap orang. Bagi yang tidak biasa berpuasa,
sebaiknya latihan dulu melakukan detoks beberapa kali selama 3 hari
berturut-turut. Harap diingat bahwa detoks 3 hari itu hanya latihan.
Karena proses pengeluaran toksin sendiri baru mulai pada hari ke-3. Dan
bagi yang berminat menjalankan detoks lebih dari 7 hari sebaiknya
melakukan konsultasi kesehatan lebih dulu dengan dokter atau ahli gizi
yang menguasai terapi detoks.
* Agar tubuh lebih mudah beradaptasi dengan terapi detoks, 1-2
minggu sebelum melakukan program detoks sebaiknya Anda mulai:
o Mengurangi makanan berlemak tinggi, seperti makanan gorengan,
makanan bersantan, protein hewani (termasuk susu ternak), dan
karbohidrat olahan terutama yang mengandung terigu dan gula pasir
(termasuk minuman soda).
o Membatasi garam
o Menghindari alkohol, kafein, dan obat-obatan yang tak perlu
o Menghindari semua jenis makanan olahan industri (kalengan,
instan, dll)
Pola makan pra-detoks ini juga bermanfaat menurunkan reaksi detoks
yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Mencoba ‘mencuri’ kesempatan
mengkonsumsi makanan/minuman yang harus dihindari, dapat menghambat
proses detoks yang sedang berjalan selama beberapa jam.

JENIS MAKANAN

Program detoks ini hanya memperkenalkan 5 jenis buah-buahan yang harus
dikonsumsi dalam bentuk jus. Mengapa harus jus? Karena dalam bentuk jus,
kandungan zat-zat gizi pada buah lebih mudah dicerna dan diserap tubuh.
Karena tidak banyak serat yang masuk, pada beberapa orang cara detoks
seperti ini juga dapat menimbulkan sembelit (sulit buang air besar/BAB).
Untuk mengatasinya, dapat dilakukan enema (merangsang gerakan
peristaltis usus dengan memasukkan cairan melalui anus) atau kolon
hidroterapi di klinik khusus. Tetatpi jika Anda banyak minum air putih
di antara waktu minum jus buah, risiko sembelit sangat kecil.

Jenis buah yang dibolehkan dalam program detoks ini hanya pepaya, apel,
mangga, semangka, nanas, dan jeruk nipis/lemon. Pilih buah yang segar
dan sudah matang. Tidak perlu buah impor, karena semakin dekat tempat
tumbuh buah dengan tempat kita, kualitas gizinya semakin baik untuk
tubuh kita. Sedapat mungkinpilih buah-buahan organik (tidak tercemar
pestisida dan zat-zat kimia lainnya).

Jenis buah yang dikonsumsi dalam satu hari harus sama. Misalnya hari
pertama hanya jus pepaya saja sepanjang hari, lalu hari berikutnya hanya
jus semangka saja, dan seterusnya. Cara mengkonsumsi buah seperti ini
hanya untuk memudahkan pengaturan pH dalam tubuh. (Tambahan dari Wied
Harry: Untuk jeruk nipis/lemon, peras airnya lalu campurkan ke dalam air
masak.)

REAKSI TUBUH SELAMA DETOKS

Selain reaksi-reaksi seperti penyakit, selama detoks tubuh akan
memberikan reaksi-reaksi lain yang sering mengejutkan bagi pemula.
Bentuk reaksi dan kapan munculnya reaksi-reaksi tersebut tidak sama pada
setiap orang.

Reaksi-reaksi tersebut antara lain:
* Warna urine lebih keruh dan berbau tajam. Bagi mereka yang
sepanjang hidupnya banyak mengkonsumsi obat-obatan farmasi, bau obat
akan ikut keluar bersama urine dan kotoran (feses).
* Sering buang angin dengan bau sangat menusuk.
* Muncul keinginan kuat pada makanan, padahal setelah hari ke-3
sebenarnya tubuh sudah tidak merasakan lapar lagi.
* Keluar banyak kotoran disertai lendir (mukus) yang cukup pekat.
Pada program detoks yang lebih panjang, tubuh akan mengeluarkan kotoran
dari lapisan sel yang paling dalam. Bentuk kotoran yang keluar biasanya
lebih pekat dan berwarna mulai dari kehijauan hingga kehitaman seperti
ter/aspal cair. Program detoks baru dapat dikatakan sempurna jika bentuk
kotoran yang keluar sudah normal dan tidak ada lagi kotoran yang
bentuknya seperti ter tersebut.

CATATAN PENTING

* Cara mengkonsumsi minuman/makanan apa pun tidak boleh
terburu-buru. Meskipun bentuknya cair, air dan jus buah tetap harus
diteguk pelan-pelan dan sedikit-sedikit saja. Jadi, tidak ditenggak
cepat-cepat, apalagi sekaligus. Minum atau makan terburu-buru dapat
menyebabkan beberapa proses yang harus dilakukan tubuh terhadap makanan,
terlewati. Makanan yang tidak terproses dengan baik akan mengalami
pembusukan sebelum waktunya. Padahal pembusukan makanan hanya boleh
terjadi dalam usus besar menjelang anus. Pembusukan dini biasanya sudah
terjadi di usus duabelas jari.
* Jus buah yang diminum setiap kali harus baru. Jadi, tidak boleh
membuat dan menyimpan jus untuk satu hari sekaligus, misalnya.
* Jangan menunda minum jus setelah jus dibuat. Kualitas gizi dan
energi pada jus buah akan berkurang setelah 20 menit, apalagi jika
dibiarkan terbuka dan terkena udara.

TIPs
* Sebaiknya tetap berolahraga teratur. Cukup olahraga ringan saja
seperti jalan kaki, lompat tali atau lompat-lompat kecil di atas
trampolin, yoga, taichi, atau chikung. Olahraga berguna melancarkan
sirkulasi darah dan getah bening, dan secara tidak langsung juga
melancarkan proses pengeluaran racun dari dalam tubuh.
* Boleh melakukan perawatan tubuh seperti pijat aromaterapi dan
luluran (body scrub atau penggelontoran kotoran dari permukaan kulit).


Written by eric

August 9, 2007 at 9:45 am

Rahasia Umur Panjang Orang Jepang

without comments

Rahasia Umur Panjang Orang Jepang

HINGGA kini para pakar masih saja penasaran dengan rahasia umur panjang orang Jepang.

Rata-rata pria Jepang dapat mencapai umur 76,35 tahun dan wanitanya 82,84 tahun. Bandingkan dengan orang Swiss yang rata-rata pria 74,10 tahun dan wanita 80,90 tahun. Sedangkan orang Amerika hanya 72,30 tahun pada pria dan wanita 79,10 tahun.

Sejak Perang Dunia II hingga sekarang, bangsa Jepang telah memperpanjang rentang umur penduduknya hingga lebih dari 25 tahun. Menurut para peneliti dari The National Institute of Health and Nutrition, Dr Kazuo Kondo dan kawan-kawan, ada tiga faktor dominan yang mempengaruhi.

Faktor pertama adalah pola makan orang Jepang, yang bila dilihat dari segi gizi makro terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat dengan komposisi 15 persen, 25 persen, dan 58 persen dari energi total (sekitar 2.023 kalori per kapita).

Kebutuhan lemak yang dipenuhi dari kekayaan lautnya, berasio asam lemak omega 6/omega 3 yaitu sekitar 4. Rasio asam lemak tak jenuh/jenuh adalah 1:1. Sementara rasio konsumsi asam lemak tak jenuh ganda dengan asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak jenuh 1:1,5:1.

Bila rata-rata konsumsi 70 gr lemak sehari, maka rasio itu optimal berkolerasi dengan usia harapan hidup orang Jepang.

Peran antioksidan

Faktor kedua yang juga mempengaruhi adalah peranan antioksidan yang tercukupi dalam pola konsumsi sehari-hari masyarakat Jepang. Zat-zat antioksidan banyak terdapat dalam menu makanan masyarakat Jepang seperti sayur, buah, atau minuman seperti teh hijau yang banyak mengandung polifenol dan katecin.

Efek antioksidan dari vitamin E, vitamin C, dan beta karoten dapat menangkal terjadinya oksidasi LDL (low density lipoprotein) yang dapat memacu terjadinya proses penyempitan pembuluh darah (atherosklerosis). Zat antioksidan yang dapat menangkal senyawa radikal bebas, membantu menurunkan risiko terkena penyakit degeneratif.

Beberapa publikasi kedokteran melaporkan kaitan teori radikal bebas dengan kurang lebih 60 macam penyakit degeneratif menahun seperti jantung koroner, kanker, proses penuaan dan lainnya. Ternyata khasiat antioksidan banyak ditemukan dalam senyawa zat-zat bioaktif fitokimia yang dikandung oleh rempah-rempah dan bumbu tradisional seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit serta bahan makanan tradisional lain seperti tempe dan tahu.

Tempe misalnya, mengandung isoflavon dan superoksidismutase (SOD) yang sangat potensial sebagai antioksidan. Profesor Charles Hennekens dari Harvard Medical School, Amerika, melalui meta-analisis studi-studi epidemologi membuktikan, seseorang yang mengkonsumsi vitamin antioksidan (vitamin E, vitamin C, dan beta karoten) berisiko 20-40 persen lebih rendah terkena penyakit jantung koroner.

Paradoks Jepang

Namun kalau kedua faktor di atas bisa dijelaskan kaitan ilmiahnya dengan kesehatan secara signifikan, maka faktor ketiga ini: rokok, agak kontroversial karena selama ini justru dikenal sebagai pemicu berbagai penyakit. Tidak heran bila para ahli menyebutnya sebagai fenomena Japanesse paradox.

Bayangkan, kebiasaan merokok penduduk Jepang adalah 58,8 persen pada pria dan 15,2 persen wanita.

Diduga, ada satu faktor baru yang unik yaitu faktor genetik sebagai salah satu jawaban mengapa terjadi interaksi yang khas pada faktor-faktor di atas pada bangsa Jepang.

Salah satu faktor genetik itu dapat diterangkan adalah sebagai berikut. Suatu ikatan yang disebut CETP atau Cholesterol Ester Transfer Protein, mengatur metabolisme HDL (high density lipoprotein) dan berfungsi mengubah ester kolesterol dari HDL merupakan “kolesterol baik” ke LDL yang “kolesterol buruk”.

Bila CETP berkurang, maka HDL meningkat atau sebaliknya. Bila LDL meningkat maka akan memicu terjadinya proses atherosklerosis. Dua jenis CETP mutasi genetik yang dikenal adalah intron 14 “splicing site G” menjadi mutasi A, sedangkan yang lainnya disebut exon 15 D menjadi mutasi G “missense”.

Keberadaan CETP ini berperan dalam mengubah jenis kolesterol baik LDL atau kolesterol buruk LDL berdasarkan perubahan prototipe mutasi genetik yang merupakan ciri-ciri indikator biologis (biomarker) khas Jepang. Bagi Indonesia, belum diketahui secara pasti aspek biokimia dari pola genetik masyarakatnya.

Bangsa Jepang juga dikenal sebagai pekerja keras, ulet dan workalcoholic. Ditinjau dari sifat ini, maka faktor stres ikut mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Namun dengan proteksi kadar konsentrasi tinggi antioksidan dari pola makan serta sumber suplemen makanan kesehatan yang konon 80 persen dikonsumsi rakyatnya, mereka terhindar dari penyakit-penyakit degeneratif yang lebih parah.

Cadangan antioksidan ini dapat menutupi kehilangan akibat stres seperti asam amino tertentu, vitamin C, vitamin E dan lainnya.

Belajar dari Jepang

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari Jepang untuk dapat berumur panjang, sehat, tetapi juga menjadi bangsa yang maju dan hebat di Asia?

Bila dibandingkan dengan masyarakat Indonesia, maka kita dapat mencontoh pola makannya yang beragam dengan kandungan antioksidan tinggi, ditambah dengan konsumsi asam lemak esensial serta protein yang secara kualitatif dan kuantitatif memadai.

Bila disimak, meski potensi sumber daya laut Indonesia begitu kaya, pola konsumsi makanan sebagian terbesar masyarakat Indonesia masih bercirikan agraris yang bertumpu pada “beras-sentris”.

Statistik nasional menunjukkan bangsa Indonesia mengkonsumsi ikan dan produk laut sangat sedikit, sepersepuluh sampai seperlima tingkat konsumsi bangsa Jepang (14-16 kg/kapital/tahun berbanding 75-160 kg/kapita/tahun). Jadi ikan baru memberi sumbangan energi sekitar 2 persen dan protein 15 persen dari masukan energi dan protein sehari-hari.

(Darwin Karyadi,Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor)

Written by eric

August 9, 2007 at 8:07 am

Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang

without comments

Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang

Jakarta, Minggu



Dalam makanan sehari-hari antioksidan banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan.



Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput.

Padahal itu hanya permukaan. Yang lebih penting justru bagaimana kita memerangi radikal bebas yang merusak tubuh dari dalam. Antara lain dengan antioksidan seperti dituturkan oleh ahli gizi, dr. Elvina Karyadi, M.Sc., di bawah ini.

Mewujudkan kualitas hidup yang baik di usia lanjut memang tidak mudah tanpa didukung usaha sejak dini di usia muda.

Saat ini kelebihan gizi yang mengakibatkan tingginya prevalensi penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, kencing manis, rematik sudah dirasakan sampai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Belum lagi akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan tercemar, kesalahan pola makan dan gaya hidup yang justru merangsang tumbuhnya radikal bebas (free radical) yang merusak tubuh kita.

Kondisi ini mendorong para peneliti baik ahli gizi maupun dokter menggali teori dasar radikal bebas serta mencari bagaimana cara mengendalikan produksi radikal bebas pada tubuh kita. Penelitian di bidang gizi ortomolekuler pada tingkat sel membuktikan, antioksidan dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Ternyata, gangguan atau ketidakmampuan sistem antioksidan tubuh inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit degeneratif.

Apa itu radikal bebas?

  • Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan.

Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis.

Karena secara kimia molekulnya tidak lengkap, radikal bebas cenderung “mencuri” partikel dari molekul lain, yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh. Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan.

Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel yang antara lain:

Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel

Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus, radiasi, dan zat kimia karsinogen. Bila kerusakan tidak terlalu parah, masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Namun, bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker.

Kerusakan membran sel

Komponen terpenting membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas. Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh.

Kerusakan protein

Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak.

Kerusakan lipid peroksida

Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. Dalam tubuh kita, reaksi antarzat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel, yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif (kemerosotan fungsi tubuh).

Proses ketuaan.

  • Umumnya, semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawan.

Namun, karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri, otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu, secara perlahan-lahan tapi pasti, terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan.

Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan, seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini.

Dapat menimbulkan autoimun

Dalam keadaan normal, antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya.

Antioksidan pelindung kesehatan

Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus-menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh: polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok, dll.

Sebab itu tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini.

Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari asal terbentuknya, antioksidan ini dibedakan menjadi dua yakni intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel) atau pun dari makanan. Dari sini antioksidan tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni:

Antioksidan primer

Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Antioksidan sekunder

Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

Antioksidan tersier

Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya.

Hasil berbagai penelitian dengan menggunakan hewan percobaan telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain.

Anggur merah vs jantung koroner

  • Lebih dari 200 penelitian secara epidemiologi menyatakan, diet makanan yang mengandung beta karoten dapat menurunkan risiko penyakit kanker.

Beta karoten konon mampu mecegah kerusakan sel normal dari sel ganas dengan cara meningkatkan keutuhan sel-sel normal dan mengusahakan agar sel-sel kanker tersebut bertindak sebagai sel normal.

Vitamin C juga berperan dalam menurunkan risiko kanker saluran pencernaan. Dikatakan pula adanya hubungan antara asupan vitamin E yang rendah dan risiko kanker payudara, paru-paru, tenggorokan, dan mulut.

Beberapa studi mengungkapkan peranan antioksidan untuk mencegah penyakit jantung. Oksidasi LDL (low density lipoprotein) menyebabkan kerusakan dinding pembuluh arteri yang berarti proses awal dari aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).

Pertahanan antioksidan secara alami dalam LDL kolesterol dengan jumlah yang cukup dapat melindungi LDL dari proses oksidasi tapi masih dipertanyakan apakah perlindungan ini terjamin pada setiap orang. Antioksidan alam terbanyak dalam LDL adalah vitamin E. Sehingga penambahan suplemen vitamin E dalam makanan dapat meningkatkan kandungan vitamin E dalam LDL serta meningkatkan perlindungan terhadap proses oksidasi. Beta karoten merupakan antioksidasi yang cukup kuat yang secara teoritis juga dapat melindungi oksidasi LDL.

Anggur merah telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung koroner karena kandungan flavonoidnya. Sebagai contoh, Prancis, dibandingkan negara Eropa lain atau Amerika, jumlah penderita PJK-nya lebih kecil (dikenal dengan istilah the French paradox) karena suka sekali minuman anggur merah. Padahal konsumsi lemak mereka lebih besar, lebih banyak merokok dan kurang bergerak. Anggur merah memang mempunyai kandungan senyawa fenol lebih tinggi daripada anggur putih. Fenol ini mempunyai efek kardioprotektif (flavonoid) yakni antioksidan yang sangat kuat. Ia dapat mencegah oksidasi LDL 20x lebih kuat dari vitamin E.

Senyawa flavonoid ini telah terbukti secara in vitro mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh darah dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sayangnya, flavonoid pada anggur dan sayuran bentuknya kompleks sehingga sangat sulit dicerna dan diserap. Sedangkan pada saat fermentasi anggur merah, kompleks ini terurai sehingga mudah diserap tubuh. Ditambah lagi adanya alkohol (10%) dalam anggur membuat kandungan flavonoid stabil.

Berdasarkan penelitian, paparan senyawa radikal bebas, sinar ultraviolet, dan asap rokok dapat menyebabkan oksidasi protein pada lensa mata sehingga lama-kelamaan menimbulkan katarak. Penelitian epidemiologis menyatakan, katarak meningkat di negara-negara yang tinggi kebiasaan merokok serta paparan sinar mataharinya.

Asupan vitamin C dan E yang rendah pada diet makanan disertai kadar vitamin C yang rendah dalam darah, akan mempermudah seseorang terkena katarak (kekeruhan lensa mata). Apalagi ditambah dengan kebiasaan merokok.

Kasiat tempe dan ikan laut

  • Selain berbentuk zat gizi seperti vitamin C dan D, antioksidan dapat pula berupa zat non-gizi seperti pigmen (karoten, likopen, flavonoid, klorofil) dan enzim (glutation peroksida, koenzim, Q-10 atau ubiquinon).

Karoten banyak pada wortel, ubi rambat, semangka, bayam, kangkung, jeruk. Likopen pada tomat. Flavonoid pada wortel, jeruk, brokoli, kol, mentimun, bayam, tomat, merica dan terung.

Bila konsumsi mineral seperti seng, selenium, tembaga, vitamin E dan C serta beta karoten cukup, maka tidak diperlukan suplemen. Suplemen berupa pil, kapsul, dll hanya diberikan bila makanan berantioksidannya belum memenuhi angka kebutuhan gizi yang dianjurkan.

Dalam makanan sehari-hari antioksidan banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sedangkan tempe dan ikan laut dapat memusnahkan atau meminimalkan pembentukan radikal bebas.

Selama lebih dari setengah abad antioksidan telah dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk menghambat kerusakan makanan. Biasanya antioksidan ini ditambahkan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak, buah segar atau sayuran agar tidak cepat rusak. Senyawa ini juga dapat untuk mencegah perubahan warna dan rasa yang disebabkan oksigen di udara (pada apel, pisang yang mengandung enzim tertentu).

Selain pada bahan makanan, antioksidan seperti vitamin E juga sebagai suplemen diet untuk mengatasi proses oksidasi dalam tubuh. Belakangan malah antioksidan digunakan dalam produk kosmetik. *

Written by eric

August 9, 2007 at 8:07 am

Posted in SOD, artikel kesehatan, umur